Senin, 19 April 2010

Konsentrasi

* Pengertian konsentrasi
Konsentrasi adalah sumber kekuatan. Apa hubungan antara konsentrasi dengan kekuatan ? satu dari sekian penjelasan yang bisa menggambarkan itu adalah cara kerja pikiran. Konon pikiran kita akan bekerja berdasarkan “ingat” dan “lupa”. Pikiran kita tidak bisa bekerja untuk lupa dan untuk ingat dalam satu waktu. Lupa dan ingat akan dilakukan secara bergantian dalam tingkat kecepatan yang maha super. Kalau anda ingat kebaikan orang saat itu juga kita melupakan kejelakannya. Sebaliknya kalau kita mengingat kejelekannya maka saat itu juga kita melupakan kebaikannya.


Teori neuroscience-nya mengatakan bahwa otak manusia ini berubah sesuai dengan penggunaan. Kemana kita mengarahkan konsentrasi akan diikuti dengan perubahan struktur fisik otak itu. (Neuroscience, Funderstanding, 1998 – 2001).
Keseimbangan semakin bagus kemampuan anda dalam konsentrasi, maka semakin cepat anda bisa menangkap signal dari dalam diri tentang apa yang kurang. Dengan ini semua maka hidup kita cepat seimbang atau stabil. Kalau membaca penjelasn para ahli seputar kecerdasan multiple (multiple intelligence), konsentrasi ini terkait dengan apa yang mereka sebut dengan istilah intra personality intelligence, yaitu kemampuan seseorang untuk bisa “connect” dengan dirinya (Seven Ways of Knowing, David Lazear, 1991). Jadi konsentrasi adalah penggunaan yang profesional terhadap pikiran untuk bisa fokus pada sasaran yang kita inginkan. Ini berarti konsentrasi itu adalah jalan tengah (the proper way) di antar dua sisi yang ekstrim yaitu distraksi dan tensi (tension). Kalau kita tegang biasanya bukan konsentrasi yang muncul tetapi adalah over consentration (pandangan sempit) sebaliknya bila kuta terkena distraksi sesuatu yang tidak penting, tidak mendesak dan tidak prioritas untuk kita pikirkan maka ini adalah under concentrasion (ngelantur).
a. Tingkat pengetahuan (knowledge)
Merupakan tahap awal sebelum tahap selanjutnya seperii pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi. Tahap ini sangat penting karena pada tahap ini semua informasi yang ada bisa diperoleh dengan baik.

b. Tingkat pemahamam (comprehension)
Kategori pemahaman dihubungakan dengan kemampuan untuk menjelaskan pengetahuan dan informasi yang telah diketahui dengan kata-kata sendiri.
c. Tingkat penerapan (application)
Penerapan merupakan kemampuan untuk mengngunakan atau menerapkan informasi yang telah dipelajri ke dalam situasi baru serta memecahkan berbagai masalah yang timbul dalam kehidupan sehari-hari.
d. Tingkat analisis (analysis)
Analisis merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi, memisahkan dan membedakan komponen-kompnen atau elemen suatu fakta, konsep, pendapat, asumsi, hipotesa atau kesimpulan dan memeriksa setiap komponen tersebut untuk melihat ada tidaknya kontraindikasi. Dalam hal ini siswa diharapkan menunjukkan hubungan diantara berbagai gagasan dengan cara membandingkan gagasan tersebut dengan standar, prinsip atau prosedur yang telah dipelajari.
e. Tingkat sintesis (syntesis)
Sintesis di sini diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam mengaitkan dan menyatukan berbagai elemen dan unsur pengetahuan yang ada sehingga terbentuk pola baru yang lebih menyeluruh.
f. Tingkat evaluasi (evaluation)
Evaluasi merupakan level tertinggi yang menghadapkan siswa mampu membuat penilaian dan keputusan tentang nilai suatu gagasan, metode, produk atau bnda dengan menggunakan kriteria tertentu. Jadi evaluasi disini lebih condong ke bentuk penilaian biasa dari pada sistem evaluasi.

2.2 Konsep Makan Pagi
2.2.1 Pengertian Makan Pagi
Makan pagi merupakan kunci pembuka aktivitas seseorang sepanjang hari. Setiap orang tentu saja membutuhkan energi untuk aktivitas, dan energi itu hanya bisa diperoleh jika sarapan. Ada banyak contohj dimana sarapan akan sangat membantu aktivitas, sebaliknya cukupbanyak pula contoh dimana orang tidak sarapan memperlihatkan kinerja yang kurang bagi bagi anak sekolah, makan pagi dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan memudahkan menyerap pelajaran, sehingga prestasi belajar menjadi lebih baik.

2.2.2 Manfaat Makan Pagi
Makan makanan beraneka ragam sangat bermanfaat bagi kesehatan. Makanan yang beraneka ragam yaitu makanan yang mengandung unsur-unsur zat gizi yang diperlukan tubuh baik kualitas maupun kuantitasnya, dalam pelajaran ilmu gizi bisa disebut triguna makanan yaktu manakan yang mengandung zat tenaga, pembangun dan zat poengatur. Apabila terjadi kekurangan atas kelengkapan salah stu zat gizi tertentu pda satu jenis makanan, akan dilengkapi oleh zat gizi serupa dari makanan yang lain. Jadi makanan yang beraneka ragam akan menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur. Sehingga keanekaragaman makanan dalam kehidupan sehari-hari yang dikonsumsi minimal harus berasal dari satu jenis makanan sumber zat tenaga, satu jenis makanan sumber zat pembangun, dan satu jenis lagi makanan sumber zat pengatur. Ini adalah penerapan prinsip yang ideal jika setiap kali makan siang dan makan malam. Tak jauh beda dengan makan siang, makan pagi harus bergizi seimbang. Apalagi untuk anak-anak yang tengah dalam masa pertumbuhan. Karena keterbatasan waktu terkadang orang tua terpaksa menyajikan menu sarapan seadanya, hanya roti dan susu bahkan ada yang cuma minum susu. Untuk itu perlu menanamkan pemahaman bahwa sarapan merupakan hal yang sanat penting untuk anak-anak yang tengah dalam masa pertumbuhan. Berkaitan dengan menu sejumlah pakar gizi menganjurkan agar menu sarapan tidak berbeda jauh dari menu makan siang. Artinya menu sarapan pun hendaknya mengandung karbohidrat, protein dan lemak. Jadi untuk sarapan pun diusahakan ada buah-buahan, sayur, lauk pauk dan susu. Jika tidak ada susu bisa diganti dengan sumber protein lain seperti ikan, daging atau tempe. Saran ini sekligus menampik anggapan di kalangan masyarakat bahwa perut seseorang belum siap menerima makanan berat ketika pagi hari. Karena itu orang sering sekali hanya makan roti dan susu ketika sarapan. Padahal menu sarapan seperti ini tidak akan menunjang kebutuhan tubuh anak untuk beraktifitas secara maksimal, hidangan tersebut terdiri dari 4 kelompok makanan (makanan pokok, lauk pauk, sayuran dan buah). Dengan makanan yang seimbang dan serat yang cukup (25 – 35 gram/hari) dapat mencegah atau memperkecil kemungkinan terjadinya penyakit degeneratif seperti darah tinggi, diabetes millitus dan sebagai.

2.2.3 Komponen Gizi untuk Makan Pagi
Setiap anak membutuhkan asupan 25 – 30% dari total kebutuhan kalori sehari-hari. Penelitian yang dilakukanpara ahli dari Maryland school menunjukkan makan pagi akan menaikkan prestasi anak di sekolah. Daya kosentrasi anak ketika menerima pelajaran juga lebih baik. Selain itu perilakunya pun lebih baik, ceria, kooperatif dan mudah berteman. Bahkan anak yang hiperaktif pun akan tenanag dan bisa berkonstrasi, sehingga tercipta sarapan yang berkualitas maka menu sarapan pagi seharusnya mengandung tiga komponen yaitu : komponen tepung, komponen susu, dan komponen buah atau sayur. Bila tidak lengkap misalnya hanya makanan manis akibatnya kadar gula darah si anak akan cepat naik. Dan setelah mencapai puncak dalam waktu satu jam akan kembali turun dan rasa lapar pun muncul lagi. Hal itu tidak akan terjadi jika menu yang disajikan saat sarapan pagi adalah paduan dari berbagai sumber zat gizi (karbohidrat, lemak dan vitamin). Makanan dengan paduan zat gizi seperti ini akan dicerna secara bertahap sehingga kadar gula darah menjadi stabil dalam jangka waktu lebih lama (www.http:sarapan pagi untuk anak.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar