Senin, 19 April 2010

Gagal Jantung

GANGGUAN FUNGSI JANTUNG
Dr. EDY HERMANTO
ARRHYTMIA
Sifat jantung :
Rhytmicity // Automaticity
Conductivity
Excitability
Contractility
Automaticity :
SA Node         : 70-80 beat / mnt
AV Node         : 40-60 beat / mnt
Purkinye fibers     : 15-40 beat / mnt
Abnormal AV Node / Purkinye fibers >> SA node Penyebabnya :
Rhytmicity abnormal di pacemakernya
Pace maker bergeser ke bag. Lain         Ectopic focus :
Ggn coroner
>> zat perangsang : cafein, nicotine dll
Block hantaran impuls ( EKG : Interval PR > 0,32  dtk )
Infeksi
Arteriosclerosis
Rangsang >> pada N. Vagus
Rangsang spontan dari semua bag. Jantung :
Flutter : HR 200-300/mnt
Fibrilasi : HR > 300/mnt


Penyebab fibrilasi :
Circus movement
Aliran coroner tdk cukup
Bbrp tempat ectopic menghasilkan impuls berurutan


Ventrikel tak dapat berkontraksi bersamaan
Kontraksi mjd tdk sinkron, pemompaan gagal
Ventrikel mengembang
Tindakan :
- Pompa jantung
- DEFIBRILASI : Arus kuat dlm waktu pendek

CARDIAC FAILURE
Gagal jantung : Kegagalan memompa darah scr cukup
Ciri :
COP <<
Tekanan Atrium Ki/Ka >>
Penyebab :
Kontraksi myocard <<
Ggn pompa karena : kel. Katup; Peny. Otot jantung ; tek.Disekitar jtg dll
Bisa satu bagian (ka/ki), bisa congestive
Nama lain :
Congestive Heart Failure ( CHF )
Dekompensasio Cordis




Hub. RHF – LHF - CHF
LHF
Ventrikel ki gagal pompa drh

Darah terbendung

Isi & tek. Meninggi di blk ventrikel yg gagal

Tekanan atrium & vena di belakangnya ( Ka. ) akan naik

Pompa jantung kanan meningkat


RHF
Berkurangnya COP ke system arterial

Ggn sirkulasi koroner

Ggn jantung kiri

Pengurangan perfusi organ vital dg segala akibatnya

Macam Gagal Jantung
Anatomi : GJ kiri & kanan
Volume  : Low out put failure & High out put failure
Waktu    : GJ Akut & Chronic
Aliran    :
- GJ sistolik : Ketidak mampuan mengeluarkan darah dari ventrikel
- GJ Diastolik : Ketidak mampuan pengisian darah ke ventrikel
Faktor Penyebab HF :
Bertambahnya kebutuhan metabolisme :Anemia, Thyrotoxicosis, Fever, Shunt dari ki.ke ka.
Bertambah beratnya kerja ventrikel : hypertensi, stenosis aorta
Kontraksi ventrikel yang disesuaikan : pericarditis
Peny. Arteri coroner : Ischemia, Infark
Ggn pengisian : Stenosis mitral/tricuspidal
Kelebihan pengisian (overload) : Aorta / mitral insuff
Arrytmia

Mekanisme kompensasi dari HF adalah : - Efek langsung thd kerusakan otot jantung - Rangsang syaraf sympatis - kompensasi khronic :     * Retention air oleh ginjal     * Perbaikan otot jantung

HUB. GAGAL JANTUNG – RETENSI AIR OLEH GINJAL
COP <<                     ANURIA :
    - Berkurangnya filtrasi glomerulus
    - Aktivasi system renin angiotensin
    - Sekresi aldosteron meningkat, shg reabsorbsi Na & absorbsi air  
       meningkat
HF berat : COP                      ANURIA

                 Tek. Atrium Ka.          OEDEM

Gx HF terbagi 3 :     - COP RENDAH     - Congesti darah di paru     - Congesti darah di sirkulasi sistemik
Acute RHF : COP rendah
Acute LHF  : COP rendah & congestif drh pulmonal
Serangan acute jantung : COP rendah dg kompensasi dari rangsang syaraf sympatis (berdebar,kulit dingin dll)
Chronic LHF : Congesti paru, COP bisa normal
Chronic RHF : Congesti sirkulasi sistemik, Kongesti paru (-)& COP normal
Angina pektoris
Adl syndrom klini sakit dada dg ciri :
Spt ditekan / terasa berat didada
Sering menjalar kekiri
Muncul saat aktivitas ( seiring dg peningkatan kerja jantung)
Disebabkan ischemia myocard oleh penyempitan A. coroner :
    * Proses arteriosclerosis
    * Spasme pembuluh darah coroner
    * Kombinasi keduanya

DIAGNOSA :
Riwayat penyakit : Letak nyeri, kwalitas, Hub. Dg aktivitas
Lama serangan
Fisik : Faktor resiko
Penunjang :
EKG : Q melebar di lead III & aVF ; depresi segmen ST & gel. T
Uji latih jasmani :
    * depresi segmen ST saat latihan
    * Alat : treadmill ; Uji naik turun bangku
-    PTCA

PENGOBATAN :
Prinsip :
Menambah suplai darah ke daerah yang terkena ischemia
Mengurangi konsumsi oksigen otot jantung
Menghindari faktor presipitasi & faktor lain yang memperberat
Pengobatan saat serangan :
Nitroglycerin sublingual
Pencegahan :
Long acting nitrat
Beta blocker
Ca. Antagonis

IMA
Adl : berkurangnya suplai darah ke bag.otot jantung
Gx Prodormal :
terasa 24 jam s/d bbrp minggu sbl sumbatan : angina pectoris, lelah, nyeri kpl,palpitasi
Gx saat serangan :
Nyeri dada
Muntah
Penderita kesakitan, keringat dingin, TD turun, HR >>, BJ jauh & lemah

Kualitas nyeri
                     
Rasa tertekan/ ada benda berat diatas dada
Perasaan seperti terbakar/ rasa panas
Perasaan seperti dicengkram
Sesak napas/ tercekik
Perasaan nyeri spt diremas-remas
Nyeri uluhati, seperti “ masuk angin “
Lama nyeri & Penjalarannya
Lama nyeri : 
< 20 menit, terus menerus/ intermiten

Penjalaran nyeri :
 Bahu - Lengan kiri kadang bahu kanan
 Rahang
 Punggung

Lama & penjalaran nyeri :
Bisa terus menerus > 20 menit
Hilang timbul, disertai keringat dingin  berbahaya !
Menjalar ke bahu, lengan kiri, rahang


Nyeri dada   Penyebab : PJK, Kelainan Katub, Tekanan darah tinggi, Kelainan pd otot jantung, paru  dll



Di Rumah Sakit : Pemeriksaan Fisik, Radiologi, Rekam Jantung, Uji latih Jantung / treadmill test, Ekhokardiografi, Kateterisasi jantung.

Aktivitas fisik
Lingkungan yg dingin
Faktor emosional : marah, takut
Senggama
Setelah makan
DETEKSI DINI & PENCEGAHAN PENYAKIT JANTUNG KORONER
Penyakit Jantung Koroner (PJK)   Penyebab kematian terbanyak di negara maju & negara berkembang

Data SKRT DepKes RI   Peningkatan angka kematian krn Penyakit Kardiovaskuler dari 1992  1995

PJK berhubungan dg faktor-faktor resiko, dan faktor resiko erat kaitannya dg perubahan pola hidup
FAKTOR RESIKO PJK
Faktor resiko yang tidak dapat dikendalikan :                                    
    Umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, tipe kepribadian


Faktor resiko yang dapat diubah
                               
    Merokok, DM, Hipercholesterolemia, HT, aktivitas fisik, Gemuk






DEFINISI Weight classification based on BMI ( adapted from WHO Technical report – Asia pasific )
Pengobatan hypercholesterol !
Diet : Hindari makanan berlemak ; perbanyak makan Ikan ; sayur ; buah.
    Pergunakan minyak non cholesterol
Olah Raga :  Jalan / jogging akan membakar
    lemak , olah raga akan meningkatkan Cholesterol HDL ( Good Cholesterol ).
Obat : pergunakan obat anticholesterol teratur jika diperlukan : Gol. Statin 

Tindakan : - Mengahncurkan sumbatan trombosis dg heparin /       streptokinase -  PTCA(ballon Corroner dg stent kateterisasi) -  Pintas coroner
Penanganan awal :
M      : 1-3 MG iv
O    : 4 L /mnt
N    : SL / SpraySystole > 90 mmHg
A    : 160 mg, Jika trombolytic belum dikerjakan
Pengobatan Penyakit Jantung Koroner
Hanya dengan obat ! - MONA
    - Streptokinase (Trombolytic)
Tindakan ballon koroner ( dengan Stent )
     perlu kateterisasi koroner dahulu.
Operasi bedah pintas koroner ( CABG ).
Jangan dilupakan dan paling penting!
      pencegahan sekunder !!!

Berhenti merokok
Turunkan berat badan
Kontrol tekanan darah
Kontrol gula darah
Kolesterol normal / lebih rendah dari normal
Hindari stres yang berlebihan
Olah raga yang teratur sesuai anjuran dokter

Tidak ada komentar:

Posting Komentar