Rabu, 12 Mei 2010

PEMBERIAN OBAT

Pemberian Obat

By : Supriyadi S





Tujuan Pembelajaran :

Pengertian pemberian obat

Tujuan pemberian obat

Faktor-2 yg mpengaruhi kerja obat

Pengelolaan pemberian obat-obatan

Tipe order pemberian obat

Syarat dan komponen order obat

Beberapa hal yg dpt menyebabkan kesalahan dan pencegahannya

Cara menghitung dosis obat

NCP



I. Konsep Pemberian Obat

Pengertian

Menyiapkan & memberikan obat / pngobatan

kepada pasien sesuai dengan program therapi

Meliputi :

jenis obat,

dosis,

waktu dan

cara – cara pemberiannya

dengan jalan memasukkan obat tertentu ke dalam jaringan tubuh



B. Tujuan Pemberian Obat

Mempercepat reaksi dari cairan obat.

Mendapatkan reaksi setempat.

Membantu menegakkan diagnosa.

Mendapat kekebalan.

Faktor - 2 yang mempengaruhi kerja obat

Perbedaan genetik

Mempengaruhi biotrasformasi obat

Menentukan enzim yg tbentuk scr alami u/ penguraian obat

Akibatnya anggota klg sensetif thd obat

Variabel fisiologis

Hormonal pria dan wanita mngubah metabolisme obat t3

Hormon dan obat saling bersaing dlm biotransformasi krn keduanya terurai dlm proses metabolik yg sama



Kondisi lingkungan

Radiasi ion mengubah kecepatan aktivitas enzim

Pajanan panas dan dingin mpengaruhi respon thd obat

Ex. :

Pberian vasodilator perlu dikurangi pd Cuaca panas krn suhu tinggi meningkatkan efek obat a/ sebaliknya

Klien isolasi yg diberi analgesik mperoleh efek peredaan nyeri lebih kecil dibanding ditempat yg dpt dikunjungi klgnya



Faktor psikologis

Stres fisik dan emosi yg berat memicu respon hormonal, shg mengganggu metabolisme obat

Pemberian obat dg kesan baik dpt mberikan efek positif a/ efektif





Diet

Status nutrisi buruk, sel tdk dpt berfungsi dg baik, shg biotrasformasi tdk berlangsung

Metabolisme obat tgt pd nutrisi

Nutrisi u/ mbentuk enzim dan protein sbg ikatan dg obat sblm didistribusi ketempat kerja obat

Contoh :

Vit K tdp pd sayuran hijau mberi efek warfarin Na (coumadin) yaitu mngurangi efek pd mekanisme pembekuan darah

Minyak mineral menurunkan absorpsi vit larut lemak

Usia

Perub. Fisiologis menyertai penuaan mpenngaruhi respon thdp obat

Bayi tdk memiliki byk enzim yg diperlukan u/ metabolisme obat



Faktor Penyakit

Fungsi Organ sbg farmakokinetik rusak krn penyakit dpt merusak kerja obat

Contoh :

Rusaknya integritas kulit

Penurunan absorpsi a/ motilitas sal. Cerna

Kerusakan fungsi ginjal dan hati

Cara Penyimpanan Obat

Tiga faktor utama yg harus diperhatikan dlm penyimpanan obat :

Suhu

faktor terpenting, karena kebanyakan obat itu bersifat termo – labil (rusak atau diubah oleh panas).

penyimpanan obat ditempat sejuk : <15 style="font-weight: bold;">2. Letak

Obat itu bersifat toksik tempat penyimpanan hrs terang

letak setinggi mata,

bukan tempat umum.

Lemari obat harus terkunci.

Kedaluarsa

Kurangi kedaluarsa dgn cara rotasi stok artinya obat baru diletakkan dibelakang.

Yang perlu diperhatikan adalah perubahan warna (dari bening jd keruh) dan tablet menjadi basah

Tipe order pemberian obat

Standing orders

Instruksi PRN

Instruksi Tunggal

Instruksi Stat



Standing orders / instruksi tetap

Dilaks sampai dokter mgantik dg instruksi baru a/ jml hr pgunaan obat yg diresepkan berlalu

Punya batas waktu

Ex :

Tetracycline 500mg PO q6h

Decadron 10 mg qd x 5 hr



Instruksi PRN

Sesuai kebutuhan klien

Perlu pkajian scr obyektif, subyektif dan bijaksana dlm mnetapk kebut.

Dokter mmerlukan interval minimal u/ waktu pberian obat ( tdk boleh sering diberikan)

Contoh :

Morfin sulfat 2mg SC 3-4 jam PRN nyeri insisi

Moalox 30 ml PRN rasatdk nyaman pd lambung

Yang hrs dilaks perawat selama pemberian mencatat :

Pengkajian / observasi

Waktu pemberrian obat

Mengevaluasi efektifitas obat





Instruksi Tunggal

Berlaku pd obat praoperasi a/ diberikan sblm px diagnostik

Ex.

Valium 10 mg PO pukul 09.00



Instruksi Stat

dosis tunggal obat diberikan segera dan hanya sekali

Ditulis u/ situasi darurat ketika kondisi klien tiba2 berubah

Ex.

Apresoline 10 mg IV stat

Komponen order obat

Resep memuat informasi yg lebih terinci

Bagian2 resep :

Superscription :

Identitas : Nama, alamat, usia

Tanggal resep

Simbol R

Inscrioption

Nama obat, kekuatan dan dosis

Subscription

Petunjuk ttg jml tablet



Informasi dan Tanda tangan

Info yg ditulis pd label obat u/ petunjuk klien

Contoh :

Obat diminum bersama air a/ obat diminum sblm makan

Petunjuk ttg pengisian ulang resep

Data pribadi

Dokter tanda tangan resep

Bila obat merup. Zat terkontrol dokter menuliskan no reg dan alamatnya





I. PENGKAJIAN



f. Persepsi Klien atau Masalah Koordinasi

persepsi dan koordinasi klien terbatas kemungkinan sulit menggunakan obat secara mandiri.

Perawatan kemampuan klien dlm mpersiapkan dosis dan menggunakan obat yang benar.

bila mempelajari apakah ada anggota keluarga atau teman yang dapat membantu.

g. Sikap Klien Terhadap Penggunaan Obat

Sikap klien terhadap obat menunjukan tingkat ketergantungan pada obat.

Klien seringkali enggan mengungkapkan perasaannya tentang obat.

Untuk mengkaji sikap klien, perawat perlu mobservasi perilaku klien yg mdukung bukti ketergantungan sosial.







Contoh Diagnosa Keperawatan NANDA untuk Terapi Obat :

Kurang pengetahuan tentang terapi obat yang berhubungan dengan :

  • Kurang informasi dan pengalaman
  • Keterbatasan Kognitif
  • Tidak mengenal sumber Informasi
Ketidakpatuhan terhadap terapi obat yang berhubungan dengan :

  • Sumber ekonomi yang terbatas
  • Keyakinan tentang kesehatan
  • Pengaruh Budaya
Hambatan mobilitas fisik yang berhubungan dengan :

  • Penurunan kekuatan
  • Nyeri dan ketidaknyamanan
Perubahan sensori atau persepsi yang berhubungan dengan :

Pandangan kabur





III. PERENCANAAN





Hal yang perlu diperhatikan :

Agar dpt memahami obat dan penggunaan obat scr mandiri, rencana pulang perlu disusun scr dini.

Bila klien tidak mampu dan konsisten menggunakan obat secara mandiri, perawat perlu mengkaji klien secara komprehensif :

  • fisik,
  • psikologis,
  • ekonomi atau
  • sosial.
Yang hrs diperhatikan bila klien mencoba menggunakan obat secara mandiri :

Tidak ada komplikasi yg timbul akibat rute pemberian obat yang dipakai

Efek terapeutik obat yang diprogramkan dicapai dengan aman sementara kenyamanan klien tetap dijaga



Klien dan keluarga memahami terapi obat

Pemberian obat secara mandiri dilakukan dengan aman



Implementasi



Transkripsi yang benar dan mengkomunikasikan program

Intervensi keperawatan berfokus pada pemberian obat yang aman dan efektif.

Intervensi dilakukan dengan menyiapkan obat secara cermat, memberikannya dengan benar, dan memberikan penyuluhan

Setiap kali dosis disiapkan perawat mengacu format atau label obat.







  1. Rute pemberian Obat
  2. Oral
  3. Parenteral
  4. Topikal
  5. Inhalasi
  6. supositoria
V. EVALUASI



Perawat memantau respon klien terhadap obat secara berkesinambungan.

perawat harus mengetahui kerja terapeutik dan efek samping yang umum muncul dari setiap obat.

Perawat harus mewaspadai reaksi yang akan timbul ketika klien mengkonsumsi beberapa obat.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar