Rabu, 12 Mei 2010

KOMPOSISI, STRUKTUR, DAN PERSEBARAN PENDUDUK

KOMPOSISI, STRUKTUR, DAN PERSEBARAN PENDUDUK







Hanny Rasni



Objectives

Menjelaskan komposisi penduduk menurut umur, jenis kelamin, ciri sosial, tingkat pendidikan, status perkawinan, ciri ekonomi, tempat tinggal

Menjelaskan besar dan persebaran penduduk berdasarkan Geografis, Administrasi dan politis



Komposisi Penduduk


  • Umur
  • Jenis kelamin
  • Ciri sosial
  • Tingkat pendidikan
  • Status perkawinan
  • Ciri ekonomi
  • Tempat tinggal


Komposisi Penduduk

Penduduk= Jumlah orang yang bertempat tinggal di wilayah tertentu pada waktu tertentu dan merupakan hasil proses-proses demografi



Proses demografi:

  1. Fertilitas
  2. Mortalitas
  3. Migrasi
Komposisi Penduduk

Menggambarkan susunan penduduk yang dibuat berdasarkan pengelompokkan penduduk berdasarkan karakteristik yang sama seperti umur, jenis kelamin, geografis, dsb

  • Umur dan Jenis Kelamin
  • Yang terpenting adalah biologis, ekonomis, dan sosial
  • Angka kelahiran
  • Angka kematian
  • Rasio beban tanggungan
  • Usia sekolah
  • Rasio Jenis Kelamin(Sex Ratio=SR)
Dinyatakan sebagai perbandingan jumlah laki-laki per 100 perempuan (Age Spesific Sex Ratio)



  • Komposisi Penduduk Kab Bantul Tahun 1996-2001
  • Struktur Penduduk Kab Bantul Tahun 1997-2001
  • Struktur Penduduk Kab Bantul Tahun 1997-2001
Marital Status



Single: Population includes all residents in the entire geographical territory of the Republic of Indonesia, who have stayed for six months or longer, and those who intend to stay even though their length of stay were less then six months.

Married: a status for those who are in the enumeration date are bound by marriage regardless of whether they live together or separately. This includes those who by law (eg. tradition, religion, state, etc) are formally married and those who live together and regarded by their surrounding community as husbands and wives.

Divorced: a category for those who divorce their husbands or wives and not yet remarried

Widowed: a status for those whose husbands or wives are deceased and not yet remarried



Penyebaran Penduduk Kab Bantul Tahun 2001

Pertumbuhan Penduduk Menurut Kab/Kota Hasil Sensus Penduduk Tahun 1961, 1971, 1980, 1990

Pertumbuhan Penduduk Menurut Kab/Kota Hasil Sensus Penduduk Tahun 1961, 1971, 1980, 1990



Tingkat Pendidikan

Pendidikan mempunyai peranan penting sebagai tolak ukur tingkat kesejahteraan penduduk.

Saat ini pendidikan menjadi kebutuhan pembangunan yang harus dipacu peningkataannya.

Perencanaan pendidikan yang baik serta didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai akan menghasiilkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ada untuk mengembangkan daerahnya.



Status pendidikan penduduk dapat diukur dan tingkat partisipasi sekolah penduduk usai sekolah, serta angka putus sekolah.

Partisipasi sekolah erat kaitannya terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat.

Sedangkan angka putus sekolah dapat disebabkan karena masalah perekonomian masyarakat yang kurang mendukung disamping faktor lain seperti kurangnya sarana pendidikan, atau kurangnya kemauan untuk sekolah



Tingkat pendidikan yang tinggi sangat berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia.

Dengan meningkatnya jenjang pendidikan penduduk suatu daerah dapat diketahui.

Dengan meningkatnya jenjang pendidikan kualitas daerah tersebut semakin meningkat.

Melalui jalur pendidikan yang dicapai masyarakat.



  1. Presentase Penduduk Usia 10 Tahun Ke Atas Menurut Jenis Kelamin & Kepandaian Membaca & Menulis Di Kab Bantul Tahun 1998-2000
  2. Presentase Penduduk Usia 10 Tahun Ke Atas Menurut Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan Di Kab Bantul Tahun 1998-2000
  3. Presentase Penduduk Usia 10 Tahun Ke Atas Menurut Jenis Kelamin & Kepandaian Membaca & Menulis Di Kab Bantul Tahun 1998-2000
  4. Presentase Penduduk Usia 10 Tahun Ke Atas Menurut Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan Di Kab Bantul Tahun 1998-2000
  5. Presentase Penduduk Usia 10 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama Dan Jenis Kelamin Di Kab Bantul Tahun 1998-2000
  6. Presentase Mata Pencaharian Penduduk Kab Bantul 1998-2000
Lingkungan Biologis, Sosial, Ekonomi

Lingkungan biologis; Perumahan, Jamban, SPAL, Air Bersih, dll

Sosial Ekonomi: pendapatan per kapita, sumber dana, dsb

Kualitas Perumahan, Jamban & SPAL di Kab Bantul Tahun 1997-2001

Kualitas Perumahan, Jamban & SPAL di Kab Bantul Tahun 1997-2001

Sarana Air Bersih Kab Bantul Tahun 1997-2001

Sarana Air Bersih Kab Bantul Tahun 1997-2001



Besar dan Persebaran Penduduk

Geografis

Administrasi dan politis

Persebaran Geografis

Persebaran penduduk di Indonesia tidak merata baik persebaran antar pulau, propinsi, kabupaten maupun antara perkotaan dan pedesaan.

Pulau Jawa dan Madura yang luasnya hanya ±7% dari seluruh wilayah daratan Indonesia, dihuni lebih kurang 60% penduduk Indonesia.



Persebaran Geografis

Perkembangan kepadatan penduduk di Pulau Jawa dan Madura tergolong tinggi yaitu tahun 1980 sebesar 690 jiwa tiap-tiap kilometer persegi, tahun 1990 menjadi 814 jiwa dan tahun 1998 menjadi 938 jiwa per kilo meter persegi (km2).

Jika kondisi ini dibiarkan diperkirakan angka tersebut akan cenderung meningkat diwaktu yang akan datang.

Persebaran dan Pertumbuhan Penduduk Indonesia Menurut Pulau (Tahun 1961-1998)

Kepadatan Penduduk Indonesia Menurut Pulau, (Tahun 1930 – 1998).



Persebaran Geografis

Akibat dari tidak meratanya penduduk yaitu luas lahan pertanian di Jawa semakin sempit. Lahan bagi petani sebagian dijadikan permukiman dan industri.

Sebaliknya banyak lahan di luar Jawa belum dimanfaatkan secara optimal karena kurangnya sumber daya manusia.

Sebagian besar tanah di luar Jawa dibiarkan begitu saja tanpa ada kegiatan pertanian.

Keadaan demikian tentunya sangat tidak menguntungkan dalam melaksanakan pembangunan wilayah dan bagi peningkatan pertahanan keamanan negara

Faktor-faktor yang menyebabkan tingginya tingkat migrasi ke pulau Jawa

Sebagai pusat pemerintahan.

Sebagian besar tanahnya merupakan tanah vulkanis yang subur.

Merupakan pusat kegiatan ekonomi dan industri sehingga banyak tersedia lapangan kerja.

Tersedia berbagai jenjang dan jenis pendidikan.

Memiliki sarana komunikasi yang baik dan lancar

Kepadatan Penduduk Per Kilometer Persegi Menurut Propinsi (Tahun 1971, 1980, 1990, dan 2000).



Pemusatan penduduk di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan kota-kota besar lainnya dapat menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan hidup seperti:

Munculnya permukiman liar.

Sungai-sungai tercemar karena dijadikan tempat pembuangan sampah baik oleh masyarakat maupun dari pabrik-pabrik industri.

Terjadinya pencemaran udara dari asap kendaraan dan industri.

Timbulnya berbagai masalah sosial seperti perampokan, pelacuran dan lain-lain.

Upaya untuk meratakan penyebaran penduduk di tiap-tiap daerah.

Pemerataan pembangunan.

Penciptaan lapangan kerja di daerah-daerah yang jarang penduduknya dan daerah pedesaan.

Pemberian penyuluhan terhadap masyarakat tentang pengelolaan lingkungan alamnya.



Selain di Jawa ketimpangan persebaran penduduk terjadi di Irian Jaya dan Kalimantan.

Luas wilayah Irian Jaya 21,99% dari luas Indonesia, tetapi jumlah penduduknya hanya 0,92% dari seluruh penduduk Indonesia.



Pulau Kalimantan luasnya 28,11% dari luas Indonesia, tetapi jumlah penduduknya hanya 5% dari jumlah penduduk Indonesia.

Untuk mengatasi persebaran penduduk yang tidak merata dilaksanakan program transmigarasi

Tujuan pelaksanaan transmigrasi

Meratakan persebaran penduduk di Indonesia.

Peningkatan taraf hidup transmigran.

Pengolahan sumber daya alam.



Pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

Menyediakan lapangan kerja bagi transmigran.

Meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Meningkatkan pertahanan dan kemananan wilayah Indonesia

Adminstrasi dan Politis



Indonesia saat ini memiliki 33 provinsi (termasuk 2 Daerah Istimewa (DI) dan satu Daerah Khusus Ibukota (DKI).

Kedua DI tersebut adalah Nanggroe Aceh Darussalam dan Daerah Istimewa Yogyakarta sedangkan Daerah Khusus Ibukotanya adalah Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Sebelum era Reformasi, Indonesia hanya memiliki 27 propinsi, yang mana Timor Timur sebagai propinsi ke-27 ini memisahkan diri melalui referendum menjadi negara Timor Leste.



Daftar Provinsi di Indonesia

Sumatra: Nanggroe Aceh Darussalam | Sumatera Utara | Sumatera Barat | Bengkulu | Riau | Kepulauan Riau | Jambi | Sumatera Selatan | Lampung | Kepulauan Bangka Belitung

Jawa: Jakarta | Jawa Barat | Banten | Jawa Tengah | DI Yogyakarta | Jawa Timur



Daftar Provinsi di Indonesia

Kalimantan: Kalimantan Barat | Kalimantan Tengah | Kalimantan Selatan | Kalimantan Timur

Nusa Tenggara: Bali | Nusa Tenggara Barat | Nusa Tenggara Timur

Sulawesi: Sulawesi Barat | Sulawesi Utara | Sulawesi Tengah | Sulawesi Selatan | Sulawesi Tenggara | Gorontalo

Kepulauan Maluku dan Papua: Maluku | Maluku Utara | Irian Jaya Barat | Papua



Geografi

Indonesia memiliki 17.504 pulau besar dan kecil (lihat pula: jumlah pulau di Indonesia), sekitar 6000 di antaranya tidak berpenghuni, yang menyebar disekitar khatulistiwa, memberikan cuaca tropis.

Posisi Indonesia terletak pada koordinat 6°LU - 11°LS dan dari 97° - 141°BT serta terletak di antara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia/Oseania.

Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Apabila perairan antara pulau-pulau itu digabungkan, maka luas Indonesia menjadi 1,9 juta mil².



Pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa, di mana setengah populasi Indonesia hidup. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: Jawa dengan luas 132.107 km², Sumatra dengan luas 473.606 km², Kalimantan dengan luas 539.460 km², Sulawesi dengan luas 189.216 km², dan Papua dengan luas 421.981 km².



Piramida Penduduk

Menggambarkan distribusi usia dan jenis kelamin penduduk dalam negara atau wilayah tertentu

Grafik ini berbentuk segitiga, dimana jumlah penduduk pada sumbu X, sedang kelompok usia (cohort) pada sumbu Y

Penduduk lak-laki ditunjukkan pada bagian kiri sumbu vertikal, sedang penduduk perempuan di bagian kanan.



Piramida Penduduk

Piramida penduduk menggambarkan perkembangan penduduk dalam kurun waktu tertentu.

Negara atau daerah dengan angka kematian bayi yang rendah dan memiliki usia harapan hidup tinggi, bentuk piramida penduduknya hampir menyerupai kotak, karena mayoritas penduduknya hidup hingga usia tua.

Sebaliknya yang memiliki angka kematian bayi tinggi dan usia harapan hidup rendah, piramida penduduknya berbentuk menyerupai genta (lebar di tengah), yang menggambarkan tingginya angka kematian bayi dan tingginya risiko kematian.



5 Tipe Piramida Penduduk



Tipe 1


Tipikal untuk negara dengan:

Kelahiran meningkat

Kematian meningkat

Semua negara < style="font-weight: bold;">Tipe 3

Kelahiran dan kematian menurun

Khas eropa barat “Bell Shape”

Umur median tinggi

Angka ratio beban tanggungan rendah

Angka ratio beban tanggungan umur tua tinggi



Tipe 4

AS dan Kanada setelah perang dunia II

Fertilitas meningkat

Mortalitas bertahan rendah

Kecenderungan menurunnya umur median

Angka ratio beban tanggunggan umur muda

Angka ratio beban tanggungan total meningkat



Tipe 5

Negara-negara yang mengalami:

Kelahiran jauh cepat sekali

Kematian rendah

Khas Eropa Barat pada tahun 1930-an

Piramida Penduduk Kabupaten Karawang (Dalam Ribuan) 2000

Piramida Penduduk Indonesia

Piramida Penduduk Australia

Piramida Penduduk Australia, tahun 2041 (proyeksi)

Penduduk Australia, tahun1788 sampai 2038 (proyeksi)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar