Tampilkan postingan dengan label Perawatan Intensif ICU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perawatan Intensif ICU. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 April 2010

Standart Pelayanan Keperawatan ICU

Oleh : Suryanto, S.Kep. Ns.

Falsafah dan Tujuan
1. Falsafah
Pelayanan Keperawatan Intensif
disediakan dan diberikan kepada
pasien dalam keadaan kegawatan


dan kedaruratan yang perlu ditangani
dan perlu diawasi secara ketat, terus
menerus serta tindakan segera
,ditujukan untuk observasi, perawatan
dan terapi.


Dalam Falsafah Keperawatan Intensif Tim
Keperawatan Intensif menyakini bahwa :
Setiap Pasien mempunyai kebutuhan
individu dan berhak mendapatkan
pelayanan keperawatan terbaik.
b. Kepedulian dan perhatian tim
keperawatan mendorong rasa percaya
diri pasien.
c. Kwalitas hidup pasien dapat dicapai bila
dalam pelayanan keperawatan didukung oleh lingkungan internal dan eksternal sehingga secara psikologis dapat memberikan rasa aman dan nyaman.


d. Lingkungan kerja yang kondusif.
e. Modivikasi tenaga keperawatan di ICU
dituntut memiliki sertivikat khusus yang
diakui secara profesional.
f. Pelayanan intensif diberikan melalui
pendekatan multi disiplin yang bertujuan memberikan pelayanan yang konfrehensif untuk menaggulangi berbagai masalah pasien kritis secara cepat dan tepat sehingga menghasilkan pelayanan yang efektif dan efisien.

2. Tujuan
Tujuan Keperawatan Intensif adalah :
a. Menyelamatkan kehidupan.
b. Mencegah terjadinya kondisi memburuk
dan komplikasi melalui observasi dan
monitoring yang ketat disertai kemampuan
menginterpretasikan setiap data yang
didapat, dan melakukan tindak lanjut.
c. Meningkatkan kualitas hidup pasien dan
mempertahankan kehidupan.


d. Mengoptimalkan kemampuan fungsi organ
tubuh pasien.
e. Mengurangi angka kematian dan
kecacatan pasien kritis dan mempercepat
proses penyembuhan pasien.
B. Pengorganisasian Struktur organisasi tergantung luasnya unit pelayanan keperawatan intensif seperti tabel dibawah ini :



C. Ketenagaan
Staf di pelayanan keperawatan intensif
dimasukkan dalam 4 kelompok meliputi :
1. Kelompok Dokter
2. Perawat
3. Tenaga Penunjang
4. Tenaga Administrasi



Adapun karakteristik perawat , penetapan jumlah dan kualifikasi tenaga keperawatan serta kopentensi perawat ICU adalah sebagai berikut :
Mengelola pasien mengacu pada standart keperawatan intensif dengan konsisten.
Menghormati sesama sejawat dan tim lainnnya.
Mengintegrasikan kemampuan ilmiah dan ketrampilan khusus serta diikuti oleh nilai etik dan legal dalam memberikan asuhan keperawatan.

4. Berespon secara terus menerus dengan
perubahan lingkungan.
5. Menerapkan ketrampilan komunikasi
secara efektif.
6. Mendemonstrasikan kemampuan
ketrampilan klinis yang tinggi.
7. Menginterprestasikan analisa situasi
yang komplek.
8. Mengembangkan pendidikan kesehatan
untuk pasien dan keluarga.


9. Berfikir kritis.
10. Mampu menghadapi tantangan.
11. Mengembangkan pengetahuan dan
penelitian.
12. Berfikir kedepan (Visionary)
13. Inovatif.

TERIMA KASIH

VENTILASI MEKANIK ICU

PENDAHULUAN
Ventilasi mekanik adalah suatu alat bantu mekanik yang memberikan bantuan nafas dengan cara memberikan tekanan positif melalui jalan nafas buatan.


Secara fisiologis memenuhi kriteria :
a. Volume Tidal < 5ml/Kg BB
b. Tekanan Inspirasi maksimal < 25 cmH2O
c. Frekwesi pernafasan > 35 kali / menit
d. PaO2 < 60 mmHg pada FiO2 > 60 %
e. PaCO2 > 60 mmHg
f. Ruang Rugi : Volume Tidal > 0.6.
KLASIFIKASI VENTILASI MEKANIK
Ventilasi mekanik diklasifikasikan sebagai
berikut :
1. Siklus Tekanan (Pressure Cycle)
Pada siklus tekanan, ventilator memberikan dan inspirasi berakhir sampai tekanan yang diberikan tercapai.
Pada penggunaan siklus tekanan ini maka tekanan, aliran dan frekwensi pernafasan diberikan oleh mesin sedangkan volum tidal tergantung pada daya regang dan tahanan pada paru – paru pasien.


Lanjutan…
Siklus tekanan tidak efektip untuk pasien yang mempunyai kelainan paru seperti Pneumonia atau ARDS.
2. Siklus Volum (Volume Cycle)
Pada siklus volum ventilator memberikan volum, dan inspirasi berakhir pada saat volum yang diberikan tercapai. Volum, frekwensi pernafasan dan aliran gas diberikan oleh mesin.
3. Siklus Waktu (Time Cycle)
Ventilator memberikan udara pada pasien berdasarkan lamanya waktu inspirasi, dan ekspirasi terjadi secara pasif. Volum, tekanan dan frekwensi pernafasan tergantung pada ventilator dan pasien itu sendiri. Ventilator jenis ini sudah tidak digunakan lagi.
MODUS VENTILASI
1. Contmuous Mechanical Ventilation-CMV
CMV disebut juga modus kontrol, karena pada modus ini pasien menerima volum dan frekwensi pernafasan sesuai dengan yang telah diatur, sedangkan pasien tidak dapat bernafas sendiri.


Assist Controlled
Pada modus ini pasien menerima volum dari mesin dan bantuan nafas, tetapi hanya sedikit. Pasien diberikan kesempatan untuk bernafas spontan. Total jumlah pernafasan dan volum semenit ditentukan oleh pasien sendiri.

Intermittent Mandatory Ventilation (IMV)
Pasien menerima volum dan frekwensi pernafasan dari ventilator. Diantara pernafasan yg diberikan oleh ventilator, pasien diberikan kesempatan untuk bernafas sendiri, Dengan modus ini ventilator memberikan pernafasan dimana saja pada saat siklus pasien bernafas sendiri, akibatnya sering terjadi benturan antara pernafasan pasien mesin.

Synchronous Intermittent Mandatory Ventilation (SIMV)
Modus ini sama dengan IMV, hanya pada modus ini bantuan pernafasan dari ventilator tidak terjadi pada siklus pasien bernafas sendiri.

Pressure Support
Modus ini memberikan bantuan ventilasi dengan cara memberikan tekanan. Pada saat pasien inspirasi, mesin memberikan bantuan nafas sesuai dengan tekanan positip yang telah ditentukan. Modus ini sangat baik digunakan pada proses penyapihan pasien dari penggunaan ventilator.

6.Positip End Expiratory Pressure (PEEP)
PEEP digunakan untuk mempertahankan tekanan jalan nafas pada akhir ekspirasi, sehingga meningkatkan pertukaran gas didalam alveoli. Pemakaian PEEP yang dianjurkan adalah 5 - 15 cmH2O.

7. Continous Positip Airway Pressure (CPAP)
CPAP adalah pemberian tekanan positif pada jalan nafas untuk membantu ventilasi selama siklus pernafasan. Pada modus ini frekwensi pernafasan dan volum tidal ditentukan oleh pasien sendiri.
PARAMETER VENTILATOR
Parameter yang secara umum digunakan untuk pengaturan ventilator adalah :
1. Fraksi Oksigen Inspirasi (Fi O2)
FiO2 diberikan sesuai dengan kebutuhan pasien. Pemberian FiO2 sebaiknya diberikan serendah mungkin tetapi memberikan PaO2 yang adekuat. Prinsipya adalah mendapatkan PaO2 lebih besar dari 60 mmHg.

2. Volum Tidal
Volum Tidal adalah jumlah udara yang keluar masuk paru dalam setiap kali pernafasan. Volum tidal normal 10 – 15 ml/kg BB.
3. Frekwensi Pernafasan
Mesin memberikan frekwensi pernafasan sesuai dengan yang diinginkan, normal frekwensi pernafasan yang diberikan adalah 10 – 12 kali/ menit.
4. Perbandingan Inspirasi dan Ekspirasi (I: E Ratio)
Parameter ini menentukan perbandingan antara waktu inspirasi dan ekspirasi. Normal nilai I : E = 1 : 2.

5. Batas Tekanan (Pressure Limit)
Pengaturan pada parameter ini bertujuan untuk membatasi tekanan yang diberikan dalam mencapai volum tidal. Pressure limit harus diberikan pada 10 – 15 cmH2O diatas tekanan yang dikeluarkan oleh pasien.
6. Sensitivitas
Sensitivitas diberikan agar pasien merangsang mesin untuk memberikan bantuan nafas. Sensitivitas tidak diberikan jika ventilator dalam modus kontrol. Jika pasien diharapkan untuk merangsang mesin maka sensitivitas diatur pada -2 cmH2O.

7. Alarm
Setiap ventilator mempunyai alarm. Secara umum alarm yang terdapat pada ventilator adalah alarm untuk volum, tekanan jalan nafas, batas tekanan, apnu dan temperatur untuk humidikasi.
TERIMA KASIH…

Senin, 19 April 2010

Asuhan Keperawatan di ruang intensif

Pendahuluan

Latar Belakang
Perawatan Intensif merupakan pelayanan keperawatan yang saat ini sangat perlu untuk dikembangkan di Indonesia. Berbagai pemberian pelayanan keperawatan intensiv bertujuan :
1. Memberi asuhan keperawatan bagi pasien
dengan penyakit berat yang potensial reversible.
2. Memberi asuhan keperawatan bagi pasien yang
 perlu observasi ketat dengan atau tanpa
pengobatan yang tidak dapat diberikan
diruangan perawatan umum.




3. Memberi pelayanan kesehatan bagi pasien dengan
potensial adanya kerusakan organ.
4. Mengurangi kesakitan dan kematian yang dapat
dihindari pada pasien – pasien dengan penyakit kritis
(Adam & Asbome , 1997).



Untuk itu perawat ICU dituntut memiliki
: Pengetahuan, Ketrampilan, Daya Analisa dan Tanggungjawab yang tinggi, mampu bekerja mandiri, mampu membuat keputusan yang tepat dan cepat serta berkolaborasi dengan tim kesehatan lainnya.


B. Permasalahan
Sebagian besar Rumah Sakit di Indonesia (Kelas A – C) sudah mempunyai pelayanan Intensive namun pelayanan yang diberikan dari SDM, sarana, prasarana dan asuhan keperawatan masih sangat bervariasi, pengalaman dilapangan menunjukkan :
- Modifikasi tenaga perawat di ICU masih
sama di ruangan perawatan umum.
- Ruang tidak memenuhi syarat.


Pelayanan keperawatan belum maksimal dan masih banyak keluhan masyarakat tentang kinerja perawat.
Adanya asumsi tentang persepsi masyarakat bahwa ketika keluarga dirawat di ICU tidak ada harapan untuk hidup

C. Tujuan
Meningkatkan mutu pelayanan
keperawatan diruang perawatan intensif
(ICU).