Tampilkan postingan dengan label Ilmu Komunitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Komunitas. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Oktober 2010

Peran dan Status dalam Lapisan Masyarakat

Peran dan Status dalam Lapisan Masyarakat
Titis Sriyanti, SKM



Dalam Negara terdapat tiga Unsur, yaitu mereka yang kaya sekali, yang melarat, dan yang berada di tengah-tengahnya (Aristoteles, Yunani)
Sistem lapisan merupakan ciri yang tetap dan umum dalam setiap masyarakt yang hidup teratur.
Barang siapa yg memiliki sesuatu yg berharga dlm jumlah yg sangat banyak, dianggap masyarakat berkedudukan dalam lapisan atas.

Definisi
Social Stratification adalah : pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas bertingkat (secara Hirarkis) (Sorokin, 1959)

Terjadinya Sistem Lapisan Masyarakat
Sistem Lapisan Masyarakat dapat terjadi dengan sendirinya
ex : Marga tanah di Masyarakat Batak
Sistem Lapisan Masyarakat ada pula yang sengaja disusun
ex : Kepala Masyarakat di Masyarakat Ngaju, Kalimantan Selatan

Sifat Sistem Lapisan Masyarakat
Closed Social Stratification : membatasi kemungkinan pindahnya seseorang dari satu lapisan ke lapisan yg lain.

Open Social Stratification : Anggota masyarakat berusaha dengan kecakapan sendiri untuk naik lapisan
Dasar Lapisan Masyarakat
Ukuran yg dipakai untuk menggolongkan anggota masyarakat
Ukuran Kekayaan
Ukuran Kekuasaan
Ukuran Kehormatan
Ukuran Ilmu Pengetahuan
Unsur-unsur Lapisan Masyarakat
Kedudukan (Status)
Tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial (Roucek dan Warren, 1962).

Kedudukan Sosial : tempat seseorang secara umum dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang lain, dalam arti lingkungan pergaulannya, pretise dan hak-haknya, serta kewajiban-kewajibannya
Lanjutan……
Macam Kedudukan Sosial
Ascribed Status
kedudukan seseorang dalam masyarakat tanpa memperhatikan perbedaan-perbedaan rohaniah dan kemampuan.
Banyak ditemui pada kelompok masyarakat dengan sistem lapisan yang tertutup.
Lanjutan….
Achived Status
Kedudukan yang dicapai oleh seseorang dengan usaha-usaha yang di sengaja

ex : setiap orang dapat menjadi hakim asal dengan persyaratan tertentu.



Lanjutan…….
Assigned Status
Merupakan kedudukan yang diberikan (Mayor Polak, 1966).
ex : seorang PNS seharusnya naik pangkat secara reguler, setelah menduduki kepangkatannya yang lama selama jangka waktu tertentu.

Peranan (Role)
Peranan merupakan aspek dinamis kedudukan.
Apabila seseorang telah melaksanakan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya maka dia menjalankan suatu peran

Lanjutan…..
Peranan mencakup 3 hal (Lenvinson, 1964)
Peranan meliputi norma-norma yg dihubungkan dengan posisi atau tempat seseorang dlm masyarakat.

Peranan adalah suatu konsep tentang apa yang dapat dilakukan oleh individu dlm masyarakat suatu organisasi.
Peranan juga dapat dikatakan perilaku individu yang penting bagi struktur organisasi masyarakat.

Sejalan dg adanya status conflict, jg ada conflict of role.
Bahkan terjadi pemisahan antara individu dg peranannya yg sesungguhnya —› role-distance
Biasanya setiap pihak mempunyai perangakt peranan tertentu —› set of role
ex : seorang dokter yang berinteraksi dengan pihak-pihak tertentu di dalam suatu sub sistem sosial RS

Pembahasan perihal aneka macam peranan yg melekat pd individu2 dlm masy penting bg hal2 berikut :

Bahwa peranan tertentu hrs dilaksanakan apabila struktur masyarakat hendak dipertahankan.
Peranan tsb seyogyanya diletakkan pada individu-individu yg oleh masy dianggap mampu melaksanakannya.

Dalam masyarakat kadangkala dijumpai individu yg tak mampu melaksanakan peranannya
Apabila semua org sanggup dan melaksanakan peranannya, belum tentu masyarakat akan mampu memberikan peluang yang seimbang.

Lapisan yg Sengaja Disusun
Chester I Barnard secara khusus membahas sistem lapisan yg sengaja disusun oleh organisasi2 formal untuk mengejar suatu tujuan tertentu.
Sistem pembagian kekuasaan & wewenang dlm organisasi dibedakan:
Sistem Fungsional yg merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yg tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yg sederajat.
Sistem scalar yg yg merupkan pembagian kekuaasan menurut tangga kedudukan dari atas ke bawah.

Jumat, 01 Oktober 2010

Periode Perkembangan Sumber Daya Kesehatan

Periode perkembangan sumber daya kesehatan (1900-1960)
Banyak pertumbuhan dan perkembangan berlangsu selama jangka waktu 60 tahun mulai 1900 sampai 1960. karena pesatnya pertumbuhan fasilitas dan penyelenggara layanan kesehatan periode ini dinamakan periode perkembangan sumber daya kesehatan.

Periode rekayasa social (1960-1973)
Tahun 1960 –an menandai awal suatu periode dengan pemerintah federal yang sekali lagi mulai aktif dalam menangani masalah kesehatan. Alas an utama keterlibatan ini adalah tumbuhnya kesadaranbahwa masih banyak penduduk amerika yang belum menikmati manfaat yng di dapat dari 60 tahun kemajuan bidang kedokteran. Penduduk amerika ini yang kebanyakan miskin atau sudah tua, tinggal didaerah yang miskin atau tidak mampu membayar tagihan layanan medis.

Pada tahun 1965, kongres mensahkan Medicare dan Medicaid bills. Medicare membantu dalam pembayaran tagihan medis untuk lansia dan orang – orang tertentu yang menderita disabilities, dan Medicaid membantu pembayaran tagihan medis untuk orang miskin. Peraturan ini membantu memberikan layanan medis bagi jutaan orang yang mungkin tidak mendapatkannya dan peraturan ini juga memperbaiki standart – standart yang ada dalam fasilitas layanan kesehatan. Sayangnya, pemasukan dolar federal yang besar mempercepat laju peningkatan biaya layanan kesehatan bagi setiap orang. Akibatnya, upaya berulang yang dilakukan pada tahun 1970-an, 1980-an, dan 1990-an gagal mengendalikan biaya layanan kesehatan yang semakin besar.

Periode promosi kesehatan (1974 – sekarang)
sampai pertengahan 1970-an, tampak jelas bahwa kemungkinan terbesar untuk menyelamatkan kehidupan dan menurunkan biaya layanan kesehatan di amerika dapat di capai tanpa harus melalui layanan kesehatan.

Di akhir tahun 1970-an
melakukan penelitian tentang kematian dini(sebelum usia 75 tahun) di amerika serikat pada tahun 1977. hasilnya mengungkap bahwa 48 % kasus kematian dini dapat di telusuri penyebabnya dari gaya hidup seseorang sampai perilaku kesehatannya. Gaya hidup yang bercirikan kurangnya olahraga, diet yangtidak sehat, merokok, hipertensi tak terkendali dan ketidakmampuan mengendalikan stress, merupakan factor penyebab kematian dini. Hal ini memberikan jalan untuk publikasi pemerintah AS, Healthy people:The surgeon general’s report on health promotion and disease prevention. Dokumen ini menyatukan segala sesuatu yang telah dietahui tentang hubungan perilaku personal dan status kesehatan. Dokumen tersebut juga membuat model ” tanggung jawab personal” yang membekali penduduk amerika resep untuk mengurangi resiko kesehatan mereka dan meningkatkan peluang mereka untuk mendapatkan kesehatan yang lebih baik.

Healthy people ini kemudian diikuti dengan dikeluarkannya kumpulan pertama tujuan dan sasaran kesehatan tingkat nasional yang disebut promoting health/preventing diseas:objectives for the nation. Sasaran dan tujuan khusus itu , sekarang dalam edisi ketiganya disebut Healthy people 2010, telah menetapkan agenda kesehatan nasional dan mengarahkan kebijakan kesehatannya sejak pembentukannya. Selain itu, tujuan dan sasaran itu sebagian juga menjaga agar pentingnya kesehatan yangbaik dapat dilihat oleh seluruh penduduk amerika.

Kesehatan masyarakat awal tahun 2000-an
Di awal milenium baru, telah disepakati bahwa walau keputusan mengenai kesehatan sampai tingkatan tertentu merupakan tanggung jawab perseorangan, masyarakat juga berkewajiban untuk mewujudkan lingkungan yang memungkinkan dan mendukung pencapaian hidup sehat. Lagipula, banyak yang menyadari bahwa segmen tertentu penduduk AS yangangka kasus penyakit dan angka kematiannya melebihi angka yang ada pada penduduk secara keseluruhan mungkin memerlukan sumber daya tambahan, termasuk pendidikan, untuk mencapai kesehatan yang baik.

Penduduk amerika berhadapan dengan sejumlah masalah kesehatan masyarakat yang serius. Masalah ini mencakup meningkatnya biaya layanan kesehatan, meningkatnya keprihatinan lingkungan, penyakit terkait gaya hidup sekarang, kemunculan dan kebangkitan kembali penyakit menular, dan masalah penyalahgunaan obat yang serius

a) Pemberian layanan kesehatan
Pemberian layanan kesehatan tetap menjadi satu – satunya tantangan terbesar kesehatan masyarakat di AS. Tingginya biaya layanan kesehatan berdampak pada ekonomi amerika. Walau laju pertambahan tahunan dalam anggaran belanja kesehatan nasional AS melambat selama akhir 1990-an akibat kemajuan managed care,amerika serikat masih menghabiskan lebih banyak uang untuk layanan kesehatan dari pada negara industri yang lain.

b) Masalah lingkungan
Jutaan orang amerika hidup dalam komunitas yang udaranya tidak aman unutk dihirup, airnya tidak aman untuk diminum atau limbah padatnya dibuang secara tidak tepat. Dengan beberapa perkecualian, tingkat pencemaran yang kita bebankan pada lingkungan semakin meningkat.

c) Penyakit terkait gaya hidup
Penyebab kematian utama di amerika serikat saat ini bukan penyakit menular yang diikuti 100 tahun lalu, tetapi penyakit kronis akibat gaya hidup pilihan yang tidak bijak. Empat penyebab utama kematian di awal tahun 2000-an aadalah serangan jantung, kanker, stroke,dan penyakit paru obstruksi kronis.

d) Penyakit menular
Walau penyakit menular bukan lagi penyebab utama kematian di AS, penyakit itu masih menjadi alasan utama hari – hari absen disekolah atau di kantor. Kesuksesan dalam mengurangi sifat yang mengancam dari penyakit tersebut telah membuat banyak orang amerika cukup puas dengan melakukan vaksinasi atau cara pencegahan lain penyakit ini. Dengan pengecualian cacar, tidak ada satupun penyakit tersebut yang dimusnahkan, walaupun beberapa diantaranya memang harus dimusnahkan, misalnya campak.

e) Penyalahgunaan alcohol dan obat – obatan lain
Penyalahgunaan obat – obatan legal atau ilegal menjadi masalah nasional yang mengorbankan ribuan jiwa dan jutaan dollar setiap tahunnya. Alkohol dan obat – obatan lainnya sering dikaitkan dengan kasus cedera tak disengaja, kekerasan rumah tangga dan kasus tindak kejahatan. Pemerintah federal, negara bagian, dan pemerintah lokal juga lembaga – lembaga swasta berusaha mengatasi masalah persediaan dan permintaan yang berkaitan dengan penyalahgunaan alkohol dan obat – obatan, tetapi tantangan yang besar masih ada bagi amerika.

• Pandangan kesehatan masyarakat di abad ke – 21
Sejauh ini kita telah membahas kesehatan masyarakat, masa lalu dan saat ini. Sekarang kitaakan membahas harapan yang ingin dicapai tokoh kesehatan masyarakat di amerika serikat dan di negara lainnya di tahun – tahun mendatang.

Tokoh kesehatan dunia mengenali kebutuhan akan rencana untuk abad ke-21 dalam world health assembly of the word health organitation (WHO) ke- 30 yang diselenggarakan pada tahun 1977. dalam pertemuan tersebut, delegasi dari seluruh Negara di dunia menentukan target “ bahwa derajat kesehatan yang harus dicapai pada pergantian abad haruslah derajat yang memungkinkan semua penduduk untuk dapat menjalani kehidupan produktif baik secara social maupun ekonomis”. Sasaran ini kemudian dikenal sebagai ”health for all by the year 2000”. Ditahun berikutnya di alma – ata, USSR, konferensi internasional WHO/UNICEF, menetapkan declaration on primary health care sebagai kunci untuk mencapai tujuan dari ”health for all by the year 2000”.

Seperti yang saat ini kita ketahui, tujuan besar dari kesehatan untuk semua di seluruh dunia tahun 2000 tidak tercapai, walau langkah besar ini telah dilaksanakan di seluruh dunia, masih banyak orang di seluruh dunia yangtidak memiliki kesehatan yang baik. Tantangan abad ke – 21 yang perlu diatasi guna meningkatkan kesehatan dunia meliputi :

1) Melakukan penurunan besar pada tingginya angka kematian dan kesakitan yang diderita kaum miskin. Ini berarti mengubah cara yang dilakukan pemerintah di seluruh dunia dalam menggunakan sumber dayanya. Ini juga berarti berfokus pada intervensi yang memungkinkan tercapainya manfaat kesehatan paling besar dengan sumber daya yang tersedia sehingga penyakit yang banyak menyerang kaum miskin, misalnya tuberkolosis, malaria, HIV/AIDS tidak begitu menjadi beban.

2) Menghadapi ancaman yang membahayakan kesehatan akibat krisis ekonomi, lingkungan tidak sehat atau perilaku yang beresiko. Pertumbuhan ekonomi yang stabil di seluruh dunia, lingkungan dengan udara dan air yang bersih, sanitasi yang adekuat, diet yang sehat, tramsportasi yang aman, dan mengurangi perilaku beresiko, misalnya konsumsi tembakau, akan memerlukan waktu yang cukup lama untuk mewujudkan dunia yang lebih sehat.

3) Membangun sistem kesehatan yang efektif. Sasaran system ini harus dapat meningkatkan status kesehatan, mengurangi ketidaksetaraan dalam kesehatan, mempertajam kepekaan terhadap harapan yang legal, meningkatkan efisiensi, melindungi masyarakat dari kerugian keuangan, dan mempertajam keadilan dalam keuangan dan pembagian layanan kesehatan.

4) Turut terlibat dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Peningkatan ilmu pengetahuan di abad ke -20 memang memberikan kemajuan yang pesat dalam kesehatan. Pencarian ilmu pengetahuan baru harus dilanjutkan karena dapat menguntungkan manusia. Dua bidang yang memerlukan perhatian khusus adalah penyakit infeksius yang sangat mempengaruhi penduduk miskin dan informasi yang membantu membentuk sistem kesehatan masa mendatang.

b) Rencana amerika serikat untuk abad ke-21
Selain partisipasinya di dalam rencana WHO untuk abad ke – 21, amerika serikat juga telah menyusun rencananya sendiri. Amerika serikat telah memutuskan untuk membangun proses perencanaannya dalam tahapan 10 tahunan. Rencana saat ini disebut healthy people 2010.
Kerangka kerja untuk healthy people 2010. berkisasr pada visi “ healthy people in healthy communities”, pernyataan ini mengakui bahwa tujuan umum dan tujuan khusus tidak dapat dengan sendirinya meningkatkan status kesehatan nasional, tetapi harus dikenali sebagai bagian dari suatu metode sistematis yang lebih besar untuk meningkatkan kesehatan.

Tujuan umum kesehatan jangka panjang nasional yang diajukan dalam healthy people 2010. adalah :
1) Meningkatkan mutu dan lama hidup yang sehat.
2) Menghilangkan kesenjangan kesehatan (perbedaan angka kasus penyakit dan kematian antar sub kelompok ras dan etnik).

Tujuan pertama merupakan kelanjutan tujuan tahun 2000, sementara yang kedua memperkuat tujuan sebelumnya dengan menggunakan kata – kata ” menghilangkan kesenjangan kesehatan” bukan penggunaan kata sebelumnya ”mengurangi kesenjangan kesehatan”. Kemajuan amerika serikat dalam mencapai tujuan ini akan dipantau melalui 467 tujuan khusus dalam 28 bidang fokus. Tidak seperti dokumen healthy people yang lama, ada dua tipe tujuan khusus dapat diukur dan dikembangkan. Tujuan khusus yang dapat diukur adalah yang memiliki dasar data yang valid dan reliabel sehingga tujuan khusus 2010 dapat disusun. Tujuan khusus ini memberikan arah untuk pelaksanakan tindakan. Tujuan khusus yang dapat dikembangkan adalah tujuan yang memberikan visi berkaitan dengan hasil akhir atau status kesehatan yang diinginkan. Saat ini, belum ada sistem surveilens yang memberikan data mengenai tujuan khusus itu. Dengan begitu, tujuan khusus tahun 2010 belum dapat ditetapkan.

Rabu, 12 Mei 2010

KOMPOSISI, STRUKTUR, DAN PERSEBARAN PENDUDUK

KOMPOSISI, STRUKTUR, DAN PERSEBARAN PENDUDUK







Hanny Rasni



Objectives

Menjelaskan komposisi penduduk menurut umur, jenis kelamin, ciri sosial, tingkat pendidikan, status perkawinan, ciri ekonomi, tempat tinggal

Menjelaskan besar dan persebaran penduduk berdasarkan Geografis, Administrasi dan politis



Komposisi Penduduk


  • Umur
  • Jenis kelamin
  • Ciri sosial
  • Tingkat pendidikan
  • Status perkawinan
  • Ciri ekonomi
  • Tempat tinggal


Komposisi Penduduk

Penduduk= Jumlah orang yang bertempat tinggal di wilayah tertentu pada waktu tertentu dan merupakan hasil proses-proses demografi



Proses demografi:

  1. Fertilitas
  2. Mortalitas
  3. Migrasi
Komposisi Penduduk

Menggambarkan susunan penduduk yang dibuat berdasarkan pengelompokkan penduduk berdasarkan karakteristik yang sama seperti umur, jenis kelamin, geografis, dsb

  • Umur dan Jenis Kelamin
  • Yang terpenting adalah biologis, ekonomis, dan sosial
  • Angka kelahiran
  • Angka kematian
  • Rasio beban tanggungan
  • Usia sekolah
  • Rasio Jenis Kelamin(Sex Ratio=SR)
Dinyatakan sebagai perbandingan jumlah laki-laki per 100 perempuan (Age Spesific Sex Ratio)



  • Komposisi Penduduk Kab Bantul Tahun 1996-2001
  • Struktur Penduduk Kab Bantul Tahun 1997-2001
  • Struktur Penduduk Kab Bantul Tahun 1997-2001
Marital Status



Single: Population includes all residents in the entire geographical territory of the Republic of Indonesia, who have stayed for six months or longer, and those who intend to stay even though their length of stay were less then six months.

Married: a status for those who are in the enumeration date are bound by marriage regardless of whether they live together or separately. This includes those who by law (eg. tradition, religion, state, etc) are formally married and those who live together and regarded by their surrounding community as husbands and wives.

Divorced: a category for those who divorce their husbands or wives and not yet remarried

Widowed: a status for those whose husbands or wives are deceased and not yet remarried



Penyebaran Penduduk Kab Bantul Tahun 2001

Pertumbuhan Penduduk Menurut Kab/Kota Hasil Sensus Penduduk Tahun 1961, 1971, 1980, 1990

Pertumbuhan Penduduk Menurut Kab/Kota Hasil Sensus Penduduk Tahun 1961, 1971, 1980, 1990



Tingkat Pendidikan

Pendidikan mempunyai peranan penting sebagai tolak ukur tingkat kesejahteraan penduduk.

Saat ini pendidikan menjadi kebutuhan pembangunan yang harus dipacu peningkataannya.

Perencanaan pendidikan yang baik serta didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai akan menghasiilkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ada untuk mengembangkan daerahnya.



Status pendidikan penduduk dapat diukur dan tingkat partisipasi sekolah penduduk usai sekolah, serta angka putus sekolah.

Partisipasi sekolah erat kaitannya terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat.

Sedangkan angka putus sekolah dapat disebabkan karena masalah perekonomian masyarakat yang kurang mendukung disamping faktor lain seperti kurangnya sarana pendidikan, atau kurangnya kemauan untuk sekolah



Tingkat pendidikan yang tinggi sangat berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia.

Dengan meningkatnya jenjang pendidikan penduduk suatu daerah dapat diketahui.

Dengan meningkatnya jenjang pendidikan kualitas daerah tersebut semakin meningkat.

Melalui jalur pendidikan yang dicapai masyarakat.



  1. Presentase Penduduk Usia 10 Tahun Ke Atas Menurut Jenis Kelamin & Kepandaian Membaca & Menulis Di Kab Bantul Tahun 1998-2000
  2. Presentase Penduduk Usia 10 Tahun Ke Atas Menurut Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan Di Kab Bantul Tahun 1998-2000
  3. Presentase Penduduk Usia 10 Tahun Ke Atas Menurut Jenis Kelamin & Kepandaian Membaca & Menulis Di Kab Bantul Tahun 1998-2000
  4. Presentase Penduduk Usia 10 Tahun Ke Atas Menurut Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan Di Kab Bantul Tahun 1998-2000
  5. Presentase Penduduk Usia 10 Tahun Ke Atas Yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama Dan Jenis Kelamin Di Kab Bantul Tahun 1998-2000
  6. Presentase Mata Pencaharian Penduduk Kab Bantul 1998-2000
Lingkungan Biologis, Sosial, Ekonomi

Lingkungan biologis; Perumahan, Jamban, SPAL, Air Bersih, dll

Sosial Ekonomi: pendapatan per kapita, sumber dana, dsb

Kualitas Perumahan, Jamban & SPAL di Kab Bantul Tahun 1997-2001

Kualitas Perumahan, Jamban & SPAL di Kab Bantul Tahun 1997-2001

Sarana Air Bersih Kab Bantul Tahun 1997-2001

Sarana Air Bersih Kab Bantul Tahun 1997-2001



Besar dan Persebaran Penduduk

Geografis

Administrasi dan politis

Persebaran Geografis

Persebaran penduduk di Indonesia tidak merata baik persebaran antar pulau, propinsi, kabupaten maupun antara perkotaan dan pedesaan.

Pulau Jawa dan Madura yang luasnya hanya ±7% dari seluruh wilayah daratan Indonesia, dihuni lebih kurang 60% penduduk Indonesia.



Persebaran Geografis

Perkembangan kepadatan penduduk di Pulau Jawa dan Madura tergolong tinggi yaitu tahun 1980 sebesar 690 jiwa tiap-tiap kilometer persegi, tahun 1990 menjadi 814 jiwa dan tahun 1998 menjadi 938 jiwa per kilo meter persegi (km2).

Jika kondisi ini dibiarkan diperkirakan angka tersebut akan cenderung meningkat diwaktu yang akan datang.

Persebaran dan Pertumbuhan Penduduk Indonesia Menurut Pulau (Tahun 1961-1998)

Kepadatan Penduduk Indonesia Menurut Pulau, (Tahun 1930 – 1998).



Persebaran Geografis

Akibat dari tidak meratanya penduduk yaitu luas lahan pertanian di Jawa semakin sempit. Lahan bagi petani sebagian dijadikan permukiman dan industri.

Sebaliknya banyak lahan di luar Jawa belum dimanfaatkan secara optimal karena kurangnya sumber daya manusia.

Sebagian besar tanah di luar Jawa dibiarkan begitu saja tanpa ada kegiatan pertanian.

Keadaan demikian tentunya sangat tidak menguntungkan dalam melaksanakan pembangunan wilayah dan bagi peningkatan pertahanan keamanan negara

Faktor-faktor yang menyebabkan tingginya tingkat migrasi ke pulau Jawa

Sebagai pusat pemerintahan.

Sebagian besar tanahnya merupakan tanah vulkanis yang subur.

Merupakan pusat kegiatan ekonomi dan industri sehingga banyak tersedia lapangan kerja.

Tersedia berbagai jenjang dan jenis pendidikan.

Memiliki sarana komunikasi yang baik dan lancar

Kepadatan Penduduk Per Kilometer Persegi Menurut Propinsi (Tahun 1971, 1980, 1990, dan 2000).



Pemusatan penduduk di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan kota-kota besar lainnya dapat menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan hidup seperti:

Munculnya permukiman liar.

Sungai-sungai tercemar karena dijadikan tempat pembuangan sampah baik oleh masyarakat maupun dari pabrik-pabrik industri.

Terjadinya pencemaran udara dari asap kendaraan dan industri.

Timbulnya berbagai masalah sosial seperti perampokan, pelacuran dan lain-lain.

Upaya untuk meratakan penyebaran penduduk di tiap-tiap daerah.

Pemerataan pembangunan.

Penciptaan lapangan kerja di daerah-daerah yang jarang penduduknya dan daerah pedesaan.

Pemberian penyuluhan terhadap masyarakat tentang pengelolaan lingkungan alamnya.



Selain di Jawa ketimpangan persebaran penduduk terjadi di Irian Jaya dan Kalimantan.

Luas wilayah Irian Jaya 21,99% dari luas Indonesia, tetapi jumlah penduduknya hanya 0,92% dari seluruh penduduk Indonesia.



Pulau Kalimantan luasnya 28,11% dari luas Indonesia, tetapi jumlah penduduknya hanya 5% dari jumlah penduduk Indonesia.

Untuk mengatasi persebaran penduduk yang tidak merata dilaksanakan program transmigarasi

Tujuan pelaksanaan transmigrasi

Meratakan persebaran penduduk di Indonesia.

Peningkatan taraf hidup transmigran.

Pengolahan sumber daya alam.



Pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

Menyediakan lapangan kerja bagi transmigran.

Meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Meningkatkan pertahanan dan kemananan wilayah Indonesia

Adminstrasi dan Politis



Indonesia saat ini memiliki 33 provinsi (termasuk 2 Daerah Istimewa (DI) dan satu Daerah Khusus Ibukota (DKI).

Kedua DI tersebut adalah Nanggroe Aceh Darussalam dan Daerah Istimewa Yogyakarta sedangkan Daerah Khusus Ibukotanya adalah Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Sebelum era Reformasi, Indonesia hanya memiliki 27 propinsi, yang mana Timor Timur sebagai propinsi ke-27 ini memisahkan diri melalui referendum menjadi negara Timor Leste.



Daftar Provinsi di Indonesia

Sumatra: Nanggroe Aceh Darussalam | Sumatera Utara | Sumatera Barat | Bengkulu | Riau | Kepulauan Riau | Jambi | Sumatera Selatan | Lampung | Kepulauan Bangka Belitung

Jawa: Jakarta | Jawa Barat | Banten | Jawa Tengah | DI Yogyakarta | Jawa Timur



Daftar Provinsi di Indonesia

Kalimantan: Kalimantan Barat | Kalimantan Tengah | Kalimantan Selatan | Kalimantan Timur

Nusa Tenggara: Bali | Nusa Tenggara Barat | Nusa Tenggara Timur

Sulawesi: Sulawesi Barat | Sulawesi Utara | Sulawesi Tengah | Sulawesi Selatan | Sulawesi Tenggara | Gorontalo

Kepulauan Maluku dan Papua: Maluku | Maluku Utara | Irian Jaya Barat | Papua



Geografi

Indonesia memiliki 17.504 pulau besar dan kecil (lihat pula: jumlah pulau di Indonesia), sekitar 6000 di antaranya tidak berpenghuni, yang menyebar disekitar khatulistiwa, memberikan cuaca tropis.

Posisi Indonesia terletak pada koordinat 6°LU - 11°LS dan dari 97° - 141°BT serta terletak di antara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia/Oseania.

Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Apabila perairan antara pulau-pulau itu digabungkan, maka luas Indonesia menjadi 1,9 juta mil².



Pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa, di mana setengah populasi Indonesia hidup. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: Jawa dengan luas 132.107 km², Sumatra dengan luas 473.606 km², Kalimantan dengan luas 539.460 km², Sulawesi dengan luas 189.216 km², dan Papua dengan luas 421.981 km².



Piramida Penduduk

Menggambarkan distribusi usia dan jenis kelamin penduduk dalam negara atau wilayah tertentu

Grafik ini berbentuk segitiga, dimana jumlah penduduk pada sumbu X, sedang kelompok usia (cohort) pada sumbu Y

Penduduk lak-laki ditunjukkan pada bagian kiri sumbu vertikal, sedang penduduk perempuan di bagian kanan.



Piramida Penduduk

Piramida penduduk menggambarkan perkembangan penduduk dalam kurun waktu tertentu.

Negara atau daerah dengan angka kematian bayi yang rendah dan memiliki usia harapan hidup tinggi, bentuk piramida penduduknya hampir menyerupai kotak, karena mayoritas penduduknya hidup hingga usia tua.

Sebaliknya yang memiliki angka kematian bayi tinggi dan usia harapan hidup rendah, piramida penduduknya berbentuk menyerupai genta (lebar di tengah), yang menggambarkan tingginya angka kematian bayi dan tingginya risiko kematian.



5 Tipe Piramida Penduduk



Tipe 1


Tipikal untuk negara dengan:

Kelahiran meningkat

Kematian meningkat

Semua negara < style="font-weight: bold;">Tipe 3

Kelahiran dan kematian menurun

Khas eropa barat “Bell Shape”

Umur median tinggi

Angka ratio beban tanggungan rendah

Angka ratio beban tanggungan umur tua tinggi



Tipe 4

AS dan Kanada setelah perang dunia II

Fertilitas meningkat

Mortalitas bertahan rendah

Kecenderungan menurunnya umur median

Angka ratio beban tanggunggan umur muda

Angka ratio beban tanggungan total meningkat



Tipe 5

Negara-negara yang mengalami:

Kelahiran jauh cepat sekali

Kematian rendah

Khas Eropa Barat pada tahun 1930-an

Piramida Penduduk Kabupaten Karawang (Dalam Ribuan) 2000

Piramida Penduduk Indonesia

Piramida Penduduk Australia

Piramida Penduduk Australia, tahun 2041 (proyeksi)

Penduduk Australia, tahun1788 sampai 2038 (proyeksi)



Jumat, 23 April 2010

Sejarah Perkembangan Keperawatan Komunitas

Pembagian era sejarah perkembangan keperawatan komunitas
Empirical health era (< 1850 )<>
- Pendekatan kearah symptom/gejala yg dikeluhkan si sakit -- pendidikan, yankes, penelitian berorientasi pada gejala penyakit
2. Basic science era (1850-1900)
ditemukannya laboratorium -ilmu kesehatan berkembang ke arah penyebab terjadinya penyakit yg dpt dibuktikan secara laboratoris




3.Clinical science era ( 1900-1950)
Ilmu kesehatan - bagaimana mendiagnosis, mengobati dan memulihkan individu yg menderita sakit tertentu/ Patient oriented
4. Publc health science era (1950-2000)
Mulai dikembangkan kesehatan masyarakat (public health)- yankes tdk lagi mengutamakan upaya kuratif tetapi juga memikirkan upaya promotif dan rehabilitatif
5. Political health science era (skr-y.a.d.)
Konsep pendekatan thd semua penduduk.
Masalah yg dihadapi meliputi : environment, health services, behavior & herediter  LS



Catatan penting dalam perkembangan per.kes.masy.
Sairey Gamp
melakukan kunjungan rumah utk tujuan memberikan perawatan tetapi dg moral yg sangat rendah.
2. St. Vincent de Paul
usaha mengadakan kunjungan kepada orang2 dakit di rumahnya(home nursing)
3. William Rathbon
mendirikan District Nursing association
sebagai usaha per.kes.masy


4. Florence Nightingale
Menyadarkan dunia kedokteran - penting melakukan upaya pencegahan penyakit& perawat terdidik.
5. The order orst.John of Jerusalem
mendirikan badan kep. Militer krn perang salib. Memperbaiki mutu perawatan atas dasar militer

6. The Queens Institute in London
->melatih perawat yg berbakat dg peraturan yg keras dlm melaksanakan home nursing
7. Victorian Order of Nurses for Canada
->mengadakan pelatihan tambahan 6 bulan ttg per.kes. Masy
8. Lilian Wald
->Perawat kes.masy. pertama di USA yg mendirikan National organization for public health nursing

Perkembangan Kes. Masy di ind.
Periode penjajahan Belanda
-> Militair Genees Dienst(MGD) & Burgelyke Kundige Diest(BGD) - pengobatan pd orang belanda->orang perkebuunan->masy umum
2. Periode Penjajahan Jepang
-> Dinas kesehatan rakyat u/ usaha promotif & preventif tetapi usaha berjalan sendiri-sendiri
3. Setelah ind. Merdeka
1977Health for All by The year 2000
1978 - - konferensi ditetapkan prinsip primary health care KBS thn 2000
Perkembangan Keperawatan Kes. Komunitas di. Ind
Pasca perang kemerdekaan
- pelayanan preventif melengkapi upaya kuratif.
2. Tahun 1960—UUPokok kes no 9
tiap2 warga negara berhak mencapai derajat kesehatan yg setinggi2nya & wajib diikut sertakan dlm kegiatan yg diselenggarakan oleh pemerintah
3. Pelita I mulai yankes melalui puskesmas
4. Pelita II
Dikembangkannya PKMD timbul kesadaran & keterlibatan partisipasi masyarakat dlm bidang kesehatan
5. Pelita II SKN (1982) dgn penekanan :
- pendekatan kesisteman
- Pendekatan kemasyarakatan
- LP& LS
- Penekanan PSM
- Penekanan upy promotif & preventif
6. Pelita IV PKMD dg prioritas Penurunan AKB,AKI , kelahiran-posyandu tiap desa

7. Pelita V panca krida&sapta krida posyandu
8.Menjelang 2000(1988)
Pergeseran paradigma sehat “ind sehat 2010”
Misi :
Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan
Mendorong masy hidup sehat
Yankes Merata, bermutu, terjangkau
Meningkt kes masy&ling

Strategi :
-paradigma sehat
Profesionalisme
JPKM
Desentralisasi

PERAN DAN FUNGSI PERAWAT DALAM KEP KOMUNITAS

<>

Peran adl seperangkat tingkah laku yg diharapkan o/ org lain thd sso sesuai kedudukannya dlm s/u sistem
Peran adl bentuk dr perilaku yg diharapkan dr sso pd situasi sosial tertentu (Kozier Barbara,1995:21)
Peran perawat menurut Konsorsium Ilmu Keseh th 1989 yaitu :

Peran sbg Pemberi Askep
Dilakukan Perawat dg mempertahankan kebut dasar manusia mll pemberian yankep dg menggunakan proses keperw
2. Peran sbg Advokat
Dilakukan dlm membantu klien, kelg dlm menginterpretasikan berbagai informasi dari pemberi pelyan khususnya dlm pengambilan persetujuan
Mempertahankan dan melindungi hak2 pasien meliputi hak atas pelyan yg sebaik-baiknya

3. Peran sbg edukator
Dilakukan dlm membantu klien meningkatkan pengetahuan keseh, gejala penyakit, shg terjadi perubahan perilaku dr klien
4. Peran sbg koordinator
Dilaksanakan dg mengarahkan, merencanakan serta mengorganisasi yankes dr tim keseh shg pemberi yankes dpt terarah serta sesuai kebutuhan

5. Peran sbg kolaborator
Dilakukan krn perawat bekerja mll tim keseh yg terdiri: dokter, fisioterapi, gizi dll, dg berupaya mengidentifikasi yankep yg diperlukan termasuk diskusi dlm penentuan bentuk pelayanan selanjutnya
6. Peran sbg konsultan
Sbg tempat konsultasi thd maslah/tind keperw yg tepat
Peran dilakukan atas permintaan klien

7. Peran sbg pembaharu
Dilakukan dg mengadakan perencanaan, kerjasama, perubahan yg sistematis dan terarah sesuai metode pemberian askep

Peran perawat menurut lokakarya keperw th 1983
Perawat sbg pelaksana yankep
Ber- T.J dlm memberi yankep dr yg bersifat sederhana sampai yg paling kompleks
Merupk peran utama dr perawat u/ memberi askep yg profesional

2. Sebagai pengelola pelayanan dan institusi keperawatan
Ber-T.J dlm administrasi keperw baik di masy maupun di institusi dlm mengelola pelyanan keperw untuk indiv, kelg, kelomp dan masy.
3. Sebagai pendidik dlm keperawatan
Ber-T.J dlm pendidikan dan pengajaran ilmu keperw kpd klien, tenaga keperw, maupun keseh lainnya

4. Sebagai peneliti dan pengembang pelayanan keperawatan
Diharapkan sbg pembaharu dlm I. Keperw
Keg dilakukan mll riset dan penelitian

Peran perawat kesehatan masyarakat dlm mengorganisasi upaya2 keseh mll pusksmas baik di dlm maupun diluar gedung diantaranya:
Sebagai pelaksana
Sebagai pendidik
Sebagai koordinator

Sebagai inovator
Sebagai Organisator
Sebagai organisator yankes
Sebagai pengelola


Fungsi perawat dlm melaksanakan peran.
Fungsi Independen
Melaksanakan perannya scr mandiri
2. Fungsi dependent
Keg dilakauakn dan dilaksanakan atas instruksi dari tim keseh lainnya
3. Fungsi interdependent
Berupa kerjasma tim yg sifatnya saling ketergantungan
klik ini dulu

KONSEP DASAR KEPERAWATAN KOMUNITAS

<>
SANTOSO, S.Kep Ns
Definisi Keperawatan Komunitas
American Nurses Assosiation (1973), Suatu sintesa dari praktek keperawatan dan praktek kesehatan masyarakat yang diterapkan untuk meningkatkan dan pemeliharaan penduduk
Depkes RI (1986), suatu upaya yankep yg merupakan bag integral dari yankes yg dilaksanakan o/ perawat dg mengikutsertakan team kesehatan lainnya dan masy untuk memperoleh tingkat keseh lebih tinggi dari indiv,kelg dan masy

Rapat kerja Keperw keseh Masy (1990), suatu bidang keperw yg merup perpaduan antara keperw dan keseh masy dg dukungan peran serta masy secara aktif dan mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif secara menyeluruh dan terpadu yg ditujukan kepada :indiv, kelg, kelomp dan masy sebagai kesatuan utuh melalui proses keperw untuk meningkatkan fungsi manusia secara optimal sehingga mampu mandiri dalam upaya kesehatan
TUJUAN KEPERW KOMUNITAS
Untuk pencegahan dan dan peningkatan keseh masy melalui :
Pelayanan keperw secara langsung terhadap indiv, kelg dan kelomp dalam konteks komunitas
Perhatian langsung terhadap keseh seluruh masy dan mempertimbangkan bagaimana masalah /issu keseh masy mempengaruhi kelg, indv dan kelomp
SASARAN KEPERW KOMUNITAS
Seluruh masy termasuk indiv, kelg dan kelomp baik yg sehat maupun yg sakit khususnya mereka yg beresiko tinggi dalam masy.
1. Individu
Adalah anggota kelg sbg satu kesatuan utuh dari aspek biologi, psikologi, social dan spiritual

2. Keluarga
Merupakan unit terkecil dari masy yg terdiri dari KK, anggota kelg lainnya yg berkumpul dalam satu rumah tangga karena pertalian darah dan ikatan perkawinan atau adopsi
Kelg menjadi fokus yankes strategis karena :
Kelg sbg lembaga yg perlu dipertimbangkan
Kelg merup peran utama dlm pemeliharaan keseh seluruh anggota kelg
Masl keseh dlm kelg saling berkaitan
Kelg sebagai tempat pengambilan keputusan dlm perawatan keseh
Kelg merup perantara yg efektif dlm berbagai usaha-usaha keseh masy

3. Kelompok khusus
Sekumpulan indiv yg mempunyai kesamaan jenis kelamin, umur, permasalahan, kegiatan yg terorganisasi yg sangat rawan thd maslh keseh anatara lain :
a. Kelomp khusus dg kebuth khusus sbg akibat tumbang seperti : bumil, BBL, anak balita, anak usia sekolah dan usila.
b. Kelopm khusus yg memerlukan pengawasan dan bimbingan serta askep, a.l : kasus peny TB Paru, aids, peny kelamin
STRATEGI INTERVENSI KEPERW KOMUNITAS
Strateginya yaitu :
Proses kelompok
Pendidikan kesehatan
Kerjasama
PRINSIP KEPERW KOMUNITAS
Prinsip dlm melaksanakan keperw komunitas harus mempertimbangkan :
Kemanfaatan : intervensi yg dilakukan harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi komunitas
Autonomi : dlm keperw komun diberi kebebasan untuk melakukan/memilih alternatif yg terbaik yg disediakan komunitas
Keadilan : mel;akukan upaya sesuai dg kemampuan atau kapasitas komunitas
FALSAFAH KEPERW KOMUNITAS
Keperw komunitas merupakan pelayanan yg memberikan perhatian thd pengaruh lingk baik biologis, psikologis, social, kultural dan spiritual thd keseh komunitas.
Keperw komunt mengacu kepada paradigma keperw secara umum, yg terdiri dari 4 komponen : Manusia, Kesehatan, Lingkungan da Keperawatan.


Manusia.
Komunitas sbg klien berarti sekumpulan individu yg berada di lokasi tertentu yg memiliki nilai-nilai, keyakinan dan minat yg relatif sama dan adanya interaksi satu sama lain untuk mencapai tujuan
2. Kesehatan
Sehat adalah suatu kondisi terbebasnya dari gangguan pemenuhan kebutuhan dasar klien atau komunitas. Sehat merupakan keseimbangan yg dinamis, sbg dampak dari keberhasilan mengatasi stressor

3. Lingkungan
Semua faktor internasl dan eksternal disekitar klien yg bersifat biologis, spikologis, social, kultural dan spiritual
4. Keperawatan
Tindakan yg bertujuan untuk menekan stressor atau meningkatkan kemampuan klien atau komunitas menghadapi stressor melalui upaya pencegahan primer, sekunder dan tersier
PERBEDAAN YANKEP DI RS DAN KOMUNITAS

TINGKAT PENCEGAHAN DLM KEPERW KOMINITAS
Intervensi kep komintas mencakup :
Pendidikan kesehatan
Mendemontrasikan ketrampilan dasar yg dapat dilakukan di komunitas
Intervensi kepw yg memerlukan keahlian perawat sperti : konseling remaja, balita usila,dll



Kerjasama lintas program dan lintas sektor dlm rangka mengatasi masalah
Rujukan
Leavell dan Clark membagi TK pencegahan dlm kepw komunitas dpt dilakukan sebelum terjadi peny (prepathogenesisi) dan pathogenesisi
I Prepathogenesis.
Tahap ini dilakukan mll kegiatan primeri prevention/pencegah primer.
Pencegahan primer dilakukan 2 kelompo yaitu


Health promotion/peningk keseh
Yaitu pening status lkeseh masy melalui :
Pendidikan kjesehatan
Penyul keseh masy (PKM) ; ttg mas gizi
Pengamatan tumbangh anak
Konsultasi perlawinan
Pendidikan sex



Keseh lingkungan dg menjaga ling agar aman dari bibit peny dan berkembangnya vektor
Pelayanan KB
Masalah keseh lain yg dpt dicegah : kecelakaan, keseh jiwa, , keh kerja, dll


2. General dan spesific protecsion (perlindungan umum dan khusus)
Merup usaha keseh u/ memberikan perlindungan khusus /umu kepada seseorang/masy a.l :
Imunisasi
Hygiene perseorangan
Perlindungan diri dari kecelakaan
Keseh kerja
Pengendalian sumber-sumber pencemaran


2. Pathogenesis phase
Dapat dilakukan dua kegiatan yaitu :
Pencegahan sekunder
Yitu pencegahan thd masy yg masih sedang sakit, dg 2 kelomp kegiatan:
1.1 Diagnosa dini dan pengobatan segera, a.l :
a. Penemuan kasus secara dini
b. Pemeriksaan umum lengkap


c. Pemeriksaan massal (mass screning)
d. Penangan kasus
e. Pengobatan adekuat
1.2 Pembatasan kecacatan
a. Penyempurnaan dan intensifikasi terapi lanjutan
b. Pencegahan komplikasi
c. Perbaikan fasilitas keh, dll

3. Pencegahan tersier.
Yaitu usha pencegahan thd masy setelah sembuh dari sakit serta mengalami kecacatan a.l :
a. Pendidikan keseh lanjutan
b. Perkampungan rehabilitasi sosial
c. Terapi kerja
d. Penyadaran masy.


Contoh :
1. Perawat mengajarkan pd kelg u/ melakukan perawatan pd anak dg kasus kolostomi
2. Membantu kelg pd anak dg kelumpuhan anggota gerak u/ lath scr teratur

ASUMSI DASAR DAM KEYAKINA PELYAN KOMUNITAS
Asumsi.
Menurut ANA , didasarkan pada :
a. Sistem pelyan bersifat komplek
b. Yankes primer, sekunder, tersier merup komponen sistem pelayanan
c. Kepw merupakan sus sistem pelyan keseh


d. Fokmus utama adalah : Kepw primer, shg kepkomunitas perlu dikembangkan di tatanan kese utama
2. Keyakinan
Keyakinan yg mendasari yaitu :
a. Pelyan sebaiknya tersedia, dpt dijangkau dan dpt diterima semua org
b. Penyusunan kebijakan seharusnya melibatkan penerima pelayanan,dlm hal ini komunitas


c. Perawat sbg pemberi pelyan dan klien sbg penerima pelyan perlu terjalin kerjasama yg baik
d. Ling dpt mempe komunitas , baik bersifat mendukung maupun menghambat, u/ itu perlu diantisipasi
e. Pencegah peny dilakukan dlm rangka upaya penng keseh
f. Keseh merup T. jawab bersama
klik ini dulu

Selasa, 20 April 2010

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (R P J M D) 2006 – 2010

BAPPEDA KABUPATEN BANYUWANGI
2006
VISI  dan  MISI
VISI
    Mewujudkan Masyarakat Banyuwangi yang Sejahtera, Adil, Beriman dan Berbudaya.
MISI
    1.     Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat melalui     peningkatan Kualitas Pendidikan, Peningkatan Derajat     Kesehatan dan Peningkatan Daya Beli Masyarakat     (Perekonomian).
    2.     Peningkatan Pelayanan Umum, meliputi peningkatan     Infrastruktur meliputi sarana fisik seperti jalan, listrik dan     jaringan air bersih, peningkatan pelayanan administrasi dan     komunikasi, serta peningkatan pelayanan sosial budaya.

    3.     Membangun semangat persatuan dan kesatuan bangsa,     gotongroyong serta harmonisasi antar seluruh lapisan     masyarakat, dalam heterogenitas agama, suku dan adat     istiadat.
    4.     Mewujudkan supremasi hukum dan pemberdayaan     perempuan.
    5.     Menciptakan pemerintahan yang bersih, efektif dan effisien.
Program Prioritas
Peningkatan Kualitas Pendidikan.
Peningkatan Derajat Kesehatan.
Peningkatan Daya Beli Masyarakat.
Strategi Pembangunan Banyuwangi
Pemantapan Pembangunan Ekonomi diiringi dengan pembangunan kesejahteraan masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi yang berbasis ekonomi lokal diharapkan akan mampu mendukung terpenuhinya kebutuhan hak-hak dasar masyarakat, terutama diprioritaskan terhadap upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat Banyuwangi, khususnya peningkatan daya beli masyarakat, akses kesehatan, akses pendidikan, akses pekerjaan dan berusaha.

FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN
Menciptakan Aparatur Pemerintah yang Berlandaskan Kompetensi, Kredibel, Inovatif dan mampu sebagai pelayan masyarakat.
Mengikutsertakan masyarakat dan dunia usaha untuk berperan aktif dalam pembangunan.
Komitmen eksekutif dan legislatif memberi porsi perhatian yang besar terhadap kualitas hidup masyarakat khususnya pada Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Peningkatan Daya Beli.
Program Pembangunan Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2006 - 2010
Agenda Mewujudkan Masyarakat Banyuwangi yang Sejahtera dan Adil.
Agenda Mewujudkan Masyarakat Banyuwangi yang Beriman dan Berbudaya.
Agenda Mewujudkan Masyarakat Banyuwangi yang Sejahtera dan Adil
A.    Peningkatan Akses Masyarakat terhadap Pendidikan     yang lebih Berkualitas.
    Melalui Program-Program :
        1. Program Pendidikan Anak Usia Dini.
        2. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun.
        3. Program Pendidikan Menengah.
        4. Program Pendidikan Non Formal.
        5. Program Pembinaan Tenaga Kependidikan.
        6. Program Penataan Kelembagaan   Kependidikan.
        7. Program Validasi Data Kependidikan.
        8. Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan             Perpustakaan.
        9. Program Penyediaan Dana Sharing Pendidikan
    10.    Program Pelaksanaan Pemuatan Lokal

B.    Peningkatan Akses Masyarakat terhadap Pelayanan Kesehatan
    Melalui Program-Program :
    1. Program Kebijakan dan Manajemen Pembangunan     Kesehatan.
    2. Program Upaya Kesehatan Masyarakat.    
    3. Program Upaya Kesehatan Perorangan.
    4. Program Lingkungan Sehat.
    5. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan.
    6. Program Sumber Daya Kesehatan.
    7. Program Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat     dengan     Subsidi Beaya Pelayanan Kesehatan     (Asuransi Pelayanan     Kesehatan).

C.     Peningkatan Perlindungan dan Kesejahteraan Sosial..
    Melalui Program-Program :
    1.     Program  Pemberdayaan  Penyandang  Masalah  Kesejahteraan  Sosial
           ( PMKS ).
    2.     Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial.
    3.     Program Pemberdayaan Masyarakat Miskin.
D.    Penciptaan Iklim Investasi, Pengembangan Industri, Perdagangan dan Pariwisata.
    Melalui Program-Program :
    1.      Program Peningkatan Iklim Investasi.
    2.     Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi.
    3.     Program Peningkatan dan Pengembangan Eksport.
    4.     Program Peningkatan Daya Saing Industri dan Perdagangan.
    5.     Program Peningkatan Perlindungan Konsumen.
    6.     Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan di Daerah.
    7.     Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata.
    8.     Program Pengembangan Destinasi  Pariwisata.
    9.     Program Pengembangan Kemitraan Pariwisata.
    10.     Program Penataan Wilayah Pariwisata.

E.        Pemberdayaan Petani dan Nelayan
        Melalui Program-Program :
Program Peningkatan Kesejahteraan Petani / Nelayan.
Program Peningkatan Ketahanan Pangan.
Program Pengembangan Agribisnis dan Agroindustri.
Program Pengembangan Optimalisasi Pengelolaan Sumberdaya     Perikanan dan Kelautan Berbasis Kelestarian.
Program Peningkatan Kualitas SDM di Perdesaan dan Sekitar Hutan.
Program Pengembangan Pemanfaatan Hutan dan Lahan.
Program Penatausahaan Hasil Hutan.
Program Peningkatan Produksi Produk Peternakan.
   

F.    Pembangunan Kependudukan dan Perluasan Lapangan Kerja.
    Melalui Program-Program :
Program Penataan Administrasi Kependudukan.
Program Penempatan Transmigrasi dan Mobilitas Penduduk.
Program Penempatan dan Pengembangan Kesempatan Kerja.
Program Peningkatan Kualitas, Produktifitas dan Perlindungan Tenaga Kerja.
Program Perlindungan Ketenagakerjaan.



G.    Pemberdayaan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
    Melalui Program-Program :
Program Penciptaan  Iklim Usaha bagi Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.
Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi     Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.
Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif KUKM.
Program Pemberdayaan Usaha Skala Mikro,
Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi.

H.    Peningkatan Kualitas Kehidupan Dan Peran Perempuan Serta Kesejahteraan Dan Perlindungan Anak.
    Melalui Program-Program :
Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Kesejahteraan serta Perlindungan Perempuan.
Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender.
Program Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan Korban Kekerasan.
Program Peningkatan Kualitas Hidup Kesejahteraan serta Perlindungan Anak.
Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Anak.
Program Penyelenggaraan Perlindungan Anak Korban Kekerasan.
   

I.     Pembangunan Pedesaan.
    Melalui Program-Program :
Program Peningkatan Keberdayaan     Masyarakat Perdesaan.
Program Pengembangan Ekonomi Lokal.
Program Peningkatan Infrastruktur     Perdesaan.
Program Peningkatan Kualitas SDM di Perdesaan.
Program Perlindungan Konservasi SDA.
   

J. Pembangunan Infrastruktur.
    J.1. Pembangunan Sumber Daya Air.   
              Melalui Program-Program :
Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi dan Jaringan Pengairan Lainnya.
Program Pengendalian Banjir dan Ketersediaan Air Baku.
Program Peningkatan Kualitas SDM dan Perkuatan Kelembagaan Pengelola Sumber Daya Air.
    J.2.Transportasi dan Perhubungan.   
            Melalui Program-Program :
            Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana /     Fasilitas Transportasi dan Perhubungan.


J.3.    Prasarana Jalan.
        Melalui Program-Program :
        1. Program Rehabilitasi / Pemeliharaan                        Jalan dan Jembatan.
        2.     Program Peningkatan / Pembangunan                    Jalan dan Jembatan
J.4. Transportasi Angkutan Jalan.
        Melalui Program :
            Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan     Prasarana /     Fasilitas LLAJ


J.5. Penataan Ruang dan Pengembangan             Wilayah Perkotaan  .
        Melalui Program :
        1. Program penataan ruang
        2. Program tata ruang hijau pertamanan                 kota
        3. Program pengelaolaan dan pengembangan             kawasan perkotaan

K. Pembangunan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
    Melalui Program-Program :
    1.    Program peningkatan kualitas dan     akses     informasi sumber daya alam dan     lingkungan     hidup.
    2. Program penanggulangan pencemaran     dan     kerusakan lingkungan hidup
Agenda Mewujudkan Masyarakat Banyuwangi Beriman dan Berbudaya
Pengembangan Kebudayaan yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur :
    Melalui Program-Program :
Program Pengembangan Nilai-nilai Kebangsaan dan Budaya Tradisional
Program Peningkatan Pelestarian Budaya
Program Peningkatan Aktifitas kegiatan Kelembagaan Kesenian


  Peningkatan Kualitas Kehidupan Beragama :
     Melalui Program-Program :
 Program Peningkatan Pendidikan Agama
 Program Peningkatan Pelayanan Kehidupan     Beragama
 Program Peningkatan Kerukunan Umat Beragama
  Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia
      Melalui Program-Program :
    1. Program Pembentukan produk hukum     daerah
    2. Program Pelaksanaan dan Penegakan     Hukum
    3. Program Peningkatan Kesadaran dan                   Pengembangan Budaya Hukum
    4. Program Pengembangan Sistem Jaringan              Dokumen dan Informasi Hukum.

D. Mewujudkan Pemerintah Yang Bersih, Efektif dan   Efisien
    Melalui Program – Program :
Program Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan
Program Penerapan Pemerintahan yang baik
Program Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan
Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Kinerja
Program peningkatan Kualitas Pelayanan dan Perijinan
Program Peningkatan Legislatif
Program Pengelolaan Sumber Daya Manusia Aparatur
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan Pemerintah Daerah
Program Peningkatan Kualitas Pelayaan Informasi Publik
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Pemerintahan
Program Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat

Pembangunan Kesehatan Di Indonesia

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BANYUWANGI
OLEH : MUHAMMAD AL AMIN,S.Kep.Ns

PENDAHULUAN
PEMBANGUNAN KESEHATAN NASIONAL DALAM TIGA DASAWARSA TERAKHIR TELAH MEMBERIKAN HASIL YANG CUKUP MEMUASKAN

AKB,AKBALITA,DAN AKI MENURUN DENGAN TAJAM
KENYATAAN
TETAPI BILA DIBANDINGKAN DENGAN BANYAK NEGARA ( ASEAN ) ,HASIL YANG DICAPAI TAMPAK BELUM MEMUASKAN
HDI DAN STATUS KESEHATAN INDONESIA DAN 5 NEGARA ASEAN

SINGAPURA : 24,IMR = 4, MMR = 5
BRUNEI : 32,IMR = 8, MMR = 9
MALAYSIA : 61,IMR = 9, MMR = 10
THAILAND : 76,IMR = 30,MMR= 37
PHILIPPINA : 77,IMR = 32,MMR= 44
INDONESIA : 109,IMR=40,MMR= 56

TRANSISI DALAM SEKTOR KESEHATAN
DARI MASYARAKAT AGRARIS KE INDUSTRI
DARI PENYAKIT INFEKSI AKUT KE KRONIK DAN KECELAKAAN
DARI PENDUDUK MUDA KE TUA
PERLU PERGESERAN PARADIGMA DARI PARADIGMA LAMA KE PARADIGMA BARU
BANYAK FAKTOR YANG BERPERAN SEBAGAI PENYEBAB
MODEL PEMBANGUNAN KESEHATAN YANG DITERAPKAN TERLALU TERPENGARUH OLEH POLA PIKIR LAMA ( PARADIGMA LAMA )
DI INDONESIA SEDANG BERLANGSUNG TRANSISI DALAM BERBAGAI SEKTOR YANG MEMERLUKAN PENYESUAIAN
PERGESERAN PARADIGMA LAMA

KONSUMTIF
MARGIN PEMBANGUNAN
KEBUTUHAN & TUNTUTAN
JANGKA PENDEK
PENYAKIT
PELAYANAN MEDIS
PEMBAYARAN TUNAI


BARU
INVESTASI
PUSAT PEMBANGUNAN
HAK ASASI MANUSIA
JANGKA PANJANG
SEGMEN PASAR
PELAYANAN KESEHATAN
PEMBAYARAN DIMUKA

VISI INDONESIA SEHAT 2010
PROYEKSI KEADAAN KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA PADA TAHUN 2010 YANG DITANDAI OLEH SELURUH PENDUDUK INDONESIA HIDUP DALAM LINGKUNGAN DAN PRILAKU SEHAT , MEMILIKI KEMAMPUAN UNTUK MEMPEROLEH PELAYANAN KESEHATAN YANG BERMUTU DAN MERATA, SERTA BERADA DALAM DERAJAT KESEHATAN YANG OPTIMAL
MISI
MENGGERAKKAN PEMBANGUNAN NASIONAL BERWAWASAN KESEHATAN
MENDORONG KEMANDIRIAN MASYARAKATUNTUK HIDUP SEHAT
MEMELIHARA DAN MENINGKATKAN PELAYANAN KESEHATAN YANG BERMUTU,MERATA DAN TARJANGKAU
MEMELIHARA DAN MENINGKATKAN KESEHATAN INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT BESERTA LINGKUNGANNYA
STRATEGI
PEMBANGUNAN NASIONAL BERWAWASAN KESEHATAN
PROFESIONALISME
JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN MASYARAKAT
DESENTRALISASI
POKOK PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN
LINGKUNGAN SEHAT
UPAYA KESEHATAN
PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT
SUMBERDAYA KESEHATAN
OBAT, MAKANAN DAN BAHAN BERBAHAYA
KEBIJAKAN & MANAJEMEN PEMBANGUNAN NASIONAL
VARIABEL DAN INDIKATOR INDONESIA SEHAT 2010
GAYA HIDUP SEHAT
OLAH RAGA
TIDAK MEROKOK
TIDAK MINUM ALKOHOL
DLL
LINGKUNGAN SEHAT
AIR BERSIH
RUMAH SEHAT
BUANG LIMBAH SEHAT

AKSES YANKES
IMUNISASI
ANTE NATAL CARE ( ANC )
KB
DLL
STATUS KESEHATAN OPTIMAL
AKB
AKABALITA
AKI
DLL

10 PROGRAM UNGGULAN
KEBIJAKAN,PEMBIAYAAN,HUKUM KESEHATAN
PERBAIKAN GIZI
P2M TERMASUK IMUNISASI
PENINGKATAN PRILAKU SEHAT DAN KESEHATAN MENTAL
LINGKUNGAN PEMUKIMAN AIR & UDARA SEHAT
KESEHATAN KELUARGA,REPRODUKSI,KB
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
TEMBAKAU,ALKOHOL,MADAT
PENGAWASAN OBAT,BAHAN BERBAHAYA,MAKANAN DAN MINUMAN
PENCEGAHAN KECELAKAAN DAN RUDAPAKSA TERMASUK KESEHATAN LALU LINTAS
PERANAN PEMDA
UU NO 22/1999 DAN UU NO 25/1999 MENYERAHKAN KEWENANGAN PELAKSANAAN PROGRAM KESEHATAN KEPEDA KABUPATEN / KOTA
MENGINGAT KESEHATAN ADALAH PENTING ( INVESTASI, HAK ASASI, MUTU SDM ) MAKA ADALAH KEWAJIBAN PEMDA UNTUK MENYELENGGARAKANNYA

KESEHATAN LINGKUNGAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BANYUWANGI
PENDAHULUAN
Keadaan lingkungan fisik dan biologis pemukiman penduduk indonesia belum baik,baru sebagian kecil penduduk yang menikmati air bersih dan fasilitas penyehatan lingkungan. Hal ini berakibat masih tingginya angka kesakitan dan kematian karena berbagai penyakit.

DEFINISI
UPAYA PENYEHATAN LINGKUNGAN ADALAH UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN LINGKUNGAN PEMUKIMAN MELALUI UPAYA SANITASI DASAR ,PENGAWASAN MUTU LINGKUNGAN,TERMASUK PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DENGAN MENINGKATKAN PERAN SERTA MASYARAKAT.
TUJUAN
UMUM
Peningkatan kesehatan lingkungan dan pemukiman bertujuan berubahnya ,terkendalinya atau hilangnya semua unsur fisik dan lingkungan yang terdapat di masyarakat.
KHUSUS
Meningkatnya mutu lingkungan hidup yang dapat menjamin masyarakat mencari derajat kesehatan masyarakat yang optimal
Terwujudnya kesadaran dan keikutsertaan masyarakat.
Terlaksananya peraturan perundang – undangan.
Lanjutan
Terselenggaranya pendidikan kasehatan guna menunjang kegiatan dalam peningkatan kesehatan lingkungan dan pemukiman.
Terlaksananya pengawasan secara teratur pada sarana sanitasi perumahan.
PENDEKATAN
Meningkatkan Koordinasi agar terdapat pembagian peran,tugas,dan wewenang yang lebih jelas.
Mengembangkan dan membina swakarya, swadaya, dan swasembada masyarakat.
Menggali ,menggerakkan dan memanfaatkan sumberdaya yang ada pada masyarakat.
Mengembangkan dan meningkatkan pelaksanaan perundang – undangan yang berhubungan dengan kesehatan,
Mengembangkan standarisasi desain sarana kesehatan lingkungan.

KEGIATAN
Penyehatan air bersih
Penyehatan pembuangan kotoran
Penyehatan lingkungan perumahan
Penyehatan air buangan / limbah
Pengawasan sanitasi tempat umum