Tampilkan postingan dengan label Keperawatan Gadar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keperawatan Gadar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Mei 2010

Menangani dan Mengobati Gigitan Ular


Cara Menangani dan mengobati orang yang tergigit ular berbisa


ANGGAP SEMUA GIGITAN ULAR ITU BERBISA. A. GEJALA & TANDA:
  1. KHAS PADA BEKAS GIGITAN.
  2. (DUA LUKA TUSUK PADA JARAK TERTENTU, KADANG ADA BEKAS LUKA GIGITAN GIGI BAWAH YANG > DANGKAL).
  3. BENGKAK & PERDARAHAN.
  4. NYERI HEBAT LOKAL.
  5. MUAL, MUNTAH, MENCRET, SAKIT KEPALA, PENGLIHATAN KABUR,
  6. SUKAR BERNAFAS (depresi nafas), SAKIT DADA & PERUT, PINGSAN.
  7. TANDA KELEMAHAN, PUSING, NADI CEPAT TIDAK TERATUR.
  8. TANDA KERACUNAN --> BENGKAK & WARNA BEKAS GIGITAN BERUBAH.

TANDA-TANDA BISA MUNCUL KEMBALI 3 HARI PASCA GIGITAN.
Derajat Keracunan Ular :
0 : Tdk tdp keracunan, nyeri lokal minimal
1 : Keracunan minimal, nyeri lokal, Gx sistemik tdk ada
: Keracunan sedang, Gx sistemik ada : mual, neurotik, parestesia,
pembesaran KGB regional
: Keracunan hebat, Gx sistemik : Hipertensi, Ptechiae, ekimosis &
syok
4 : Keracunan sangat berat, gagal ginjal & koma

B. TINDAKAN:
Prinsip tindakan : Cegah pnyebaran bisa, netralkan bisa ,
Obati Kx

2. CEGAH PENYEBARAN BISA;
*. IKAT KUAT 2-4 INCH DIATAS GIGITAN
Lebar ikatan : ¾ - 1,5 inch
*. ANGGOTA GERAK TERGIGIT ->ISTIRAHATKAN
*. DAERAH TERGIGIT -> DILETAKKAN LEBIH RENDAH DARI TUBUH.
*. KOMPRES ES LOKAL.
3. RAWAT LUKA :
- HINDARI KONTAK LUKA DG YODIUM, ZAT ASAM,
- KELUARKAN RACUN SEGERA -> Hisap/ Suction Cup /
Incisi

3. Tx : SABU
Pasang infus RL beri SABU IV tetesan cepat
Drj 0-1 : tdk perlu SABU
Drj 2 : 20 cc
Drj 3-4 : 40-100 cc
Bila ada tanda laryngospasme, urticaria, Bronchospasme, hypotensi : adrenalin 0,5 mg & Hydrocortison 100 mg IV

4. SUPPORTIF :
- Awasi CVS , resp. & st. neurologis dg ketat. Apabila tjd penurunan SABU bisa diberikan lagi sesuai dg Gx
Berikan diuretik
Antibiotik & ATS

GIGITAN ANJING / KERA / KUCING YG DICURIGAI RABIES IMUNISASI PASIF ( DG SERUM ANTI RABIES ) : Rabies imunoglobulin (Patent : Hyperab/ Imugam) dosis 20 U/ kgBB. 1 amp. Isi 300 IU. Cara pemberian : ½ infiltrasi sekitar luka, ½ IM
Serum kuda ( S.A.R ), diberika bila hyperab tdk tersedia dlm waktu 24 jam pasca kontak. Dosis 0,5 cc / kgBB


IMUNISASI AKTIF ( VAKSIN ANTI RABIES ) : Human Diploid Cell Vaccine (HDCV), diberikan dlm 5 dosis, scr IM pd hr ke 0,3,7,14 & 28
Duck Embryo Virus Vaccine ( DEV ), bila HDCV tak tersedia
diberikan sdlm 21 dosis scr subkutan didaerah perut, paha, bokong scr bergilir tiap hari selama 21 hr

PENATALAKSANAAN SENGATAN TAWON Pd Px yg tak sensitif hanya mengeluh sakit, bengkak & kemerahan
Berat reaksi :
Reaksi ringan : urtika, malaise, gelisah
Reaksi sedang : edema anasarka, sesak nafas, Wh +, Nyeri abd, mual,muntah
Reaksi berat : reaksi sedang diikuti disfagi, pelo, kesadaran menurun
Reaksi syok
Penanganan : anti histamin & Symptom

PENATALAKSANAAN GIGITAN UBUR-UBUR & IKAN BERACUN GIGITAN UBUR-UBUR Bengkak kemerahan
Reaksi Anafilaksis tjd bila Jml banyak dg akibat gagal nafas & CVS
Tx : Resusitasi, Tourniquet, symptom, anti alergi
Prognosa baik bila masa 10 menit tdk tampak komplikasi

GIGITAN IKAN BERACUN Tusukan salah satu sirip yg mgd bisa
Rasa sakit hebat saat tertusuk, penderita pingsan kmd tenggelam
Reaksi radang, lemas & daerah regional nyeri
Sistemik : Kegagalan CVS akbat depresi myocardial, tonus PD hilang, paralise umum s/d koma

KERACUNAN Pengertian racun
Suatu zat yang bila masuk dalam tubuh dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan reaksi tubuh yang tidak diinginkan bahkan dapat menimbulkan kematian.
Reaksi kimianya merusak jaringan tubuh atau mengganggu fungsi tubuh.
Harus dibedakan dengan reaksi obat.

Keracunan pada manusia
  • Sengaja
  • Bunuh diri
  • Tidak sengaja
  • Pencemaran
  • Salah minum (anak dan orang tua)
  • Makanan beracun
  • Udara beracun
  • Penyalahgunaan obat
  • Cara racun masuk dalam tubuh manusia
  • Mulut/alat pencernaan
  • Pernapasan
  • Kontak atau penyerapan (kulit)
  • Suntikan / gigitan
Keracunan : Pertanyaan
  1. Apakah kira-kira bahan penyebabnya ?
  2. Berapa banyak jumlah zatnya ?
  3. Kapan kejadiannya ?
  4. Upaya pertolongan apa yang sudah dilakukan ?

Gejala dan tanda umum keracunan Riwayat yang berhubungan dengan proses keracunan
Penurunan respon, gangguan status mental (misalnya gelisah, ketakutan)
Gangguan pernapasan
Nyeri kepala, pusing, gangguan penglihatan
Mual, muntah
Lemas, lumpuh, kesemutan
Pucat atau sianosis
Kejang-kejang
Syok
Gangguan irama jantung dan peredaran darah pada zat tertentu.

Keracunan melalui mulut : Mual, muntah.
Nyeri perut.
Diare.
Napas/mulut berbau.
Suara parau, nyeri di saluran cerna (mulut dan kerongkongan).
Luka bakar pada daerah mulut atau sisa racun di daerah mulut
Produksi liur berlebihan, mulut menjadi seperti berbusa

Keracunan melalui pernapasan : 1. Gangguan pernapasan dan sesak napas.
2. Kulit sianosis (kebiruan)
3. Napas berbau.
4. Batuk, suara parau

Keracunan melalui kulit : 1. Reaksi kulit : daerah kontak berwarna kemerahan, nyeri, melepuh dan meluas.
2. Syok anafilaktik
C. Penatalaksanaan keracunan secara umum

Pengamanan tempat kejadian Pengamanan penderita dan penolong terutama bila berada di daerah dengan gas beracun.
Keluarkan penderita dari daerah berbahaya bila memungkinkan.
Penilaian dini, bila perlu lakukan RJP.
Bila racun masuk melalui jalur kontak, maka buka baju Px, Bersihkan sisa bahan beracun & bilas daerah tsb dg air
Awasi jalan napas, terutama bila respon menurun / Px muntah.
Beri oksigen, khususnya pada keracunan melalui udara.
Bila ada petunjuk seperti pembungkus, sisa muntahan dan sebagainya sebaiknya diamankan untuk identifikasi.

Penatalaksanaan syok bila terjadi Pantaulah tanda vital secara berkala.


CATATAN : Jangan memberikan susu pada keracunan yang diketahui mengandung fosfat, karena dapat bereaksi.
Dimuntahkan, hanya efektif bila dilakukan dalam 2 jam pertama setelah keracunan.

Tidak boleh dimuntahkan pada :
  • Menelan asam/basa kuat.
  • Menelan minyak.
  • Korban kejang atau ada bakat kejang.
  • Korban tidak sadar/ada gangguan kesadaran.

Jumat, 07 Mei 2010

ASKEP CEDERA KEPALA



ASUHAN KEPERAWATAN CEDERA KEPALA



Incidence (AS)

# 500.000 /th 10 % meninggal Pra MRS

80 % CKR 3 % memburuk

10 % CKS 10 – 20 % CKB

10 % CKB

# 100.000 orang tiap th menderita cacad akibat CK

* Rujukan :

- Umur / waktu / mekanisme

- St. resp. / CVS

- GCS

- Cedera penyerta



Cedera kepala

Cedera kepala dan otak hampir serupa

Jangan mencoba mencabut benda yang menancap di kepala tetapi stabilkan

Jangan menhalangi aliran cairan otak atau melalui hidung, telinga atau luka di kepala

GCS



KLASIFIKASI CEDERA TERGANTUNG :

1. MEKANISME :Luka Tumpul & Luka tembus

2. BERATNYA :

* CKR :

Cedera kpl dg kehilangan fungsi neurologis sesaat

Kehilangan kesadaran singkat

PU punya periode amnesia

Px sadar dg GCS 13-15

* CKB :- Gangguan kesadaran dg GCS < e="1;M="5;V="">



Frakture dasar tengkorak ( basis Cranii ) :

- Ekimosis periorbital ( Racoon eye sign )

- Ekimosis retro auricular ( Battles sign )

- Kebocoran CSS ( Rinorhoe , Ottorhoe )

- Parese N. Facialis



Cedera otak sekunder

  • 30 % Hipoksemia
  • 13 % Hipotensi
  • 12 % Anemia CKB + Hipoksia + Hipotensi Mortalitas
  • 75 %CKB + Hipotensi Mortalitasnya 2x dp CKB - Hipotensi


Koma : Px tdk mampu melaksanakan perintah, Mengeluarkan suara & tdk dpt membuka mata 90 % Px GCS < style="font-weight: bold;">



PENATALAKSANAAN :

Prinsip tindakan :

O2

Cairan

Cegah Cedera otak sekunder

1. CKR : dipulangkan dengan di beri penjelasan sesuai lb observasi

2. CKS : Diperlakukan sebagai CKB tanpa dilakukan intubasi

3. CKB :

* Manitol 20 %, 1 gr /kg IV, dlm 30 menit

Tujuan : menurunkan tek. Intra cranial

Indikasi :- Koma dg RC normal dilatasi

- Pupil dilatasi bilateral tanpa hipotensi

* Furosemid





CEDERA TULANG BELAKANG & MEDULA SPINALIS

Data kasus :

15 % dg cedera spt diatas Cedera C.Spine

55 % CTB R. cervical

15 % CTB Thoracal,Thoracolumbal & Lumbosacral

5 % CK CTB



Korban tak sadar

Multi trauma

Jejas diatas klavicula

Gangguan motorik extremitas

Gejala dan tanda cedera spinal

Mati rasa pada alat gerak

Kelumpuhan alat gerak

Nyeri pada saat menggerakkan lengan atau tungkai

Ada bagian yang lebih sensitif atau nyeri di bagian distal atau

Pada punggung :



Perubahan bentuk

Cedera kepala , gumpalan darah di bahu, punggung atau sisi

Gejala dan tanda cedera spinal

6. Pada korban :

Hilangnya kemampuan mengendalikan BAB/BAK

Sulit bernapas, dengan atau tanpa pergerakan dada

Korban mungkin ditemukan dengan posisi lengan di atas kepala

Priapismus



Pengelolaan umum

* ABC

* IMOBILISASI :

Collar cervical

Long spinal Board

Basket stretcher

Plester

Tali pengikat

Kateter urin



STROKE HAEMORHAGIC

Ggn / kerusakan neurologic yang disebabkan oleh kekacauan aliran darah pd sebagian otak



KLASIFIKASI STROKE

ISCHEMIC STROKE :

penyebabnya adalah suplly melalui pembuluh darah ke otak tgg (tersumbat)

# 75 % KASUS

Penyebab : Trombosis dan Emboli

HAEMORHAGIC STROKE :

Rupture artery cerebral

Pada permukaan otak : subarachnoid haemorhagic

Pada parenchym otak : Intra cerebral haemorhagic

Penyebab : >> hypertensi



FAKTOR RESIKO

A. MODIFIABLE

Hypertensi

Rokok

Heart disease

DM

TIA

ERITROSIT TINGGI (POLICITEMIA)





B. UNMODIFIABLE

UMUR

GENDER

RAS

HEREDITAR

Stroke berulang (prior stroke)

TANDA & GEJALA STROKE ISCHEMIC

Defisit neurologis scr mendadak / sub akut :

Kelumpuhan wajah / anggota badan

Ggn sensibiltas pd satu / lebih

Prbh mendadak st. mental ( konfusi, delirium, letargi, stupor, koma)

Afasia (sulit ngomong, bicara tdk lancar)

Disatria (bicara pelo)

Ggn penglihatan

Vertigo, mual, muntah , nyeri kpl

Tjd saat bangun pagi / waktu istirahat

Kesadaran biasanya normal, kec. Emboli luas

Tjd pada usia > 50 th



TANDA & GEJALA STROKE HAEMORHAGIC

A. Intra cerebral :

Serangan >> siang hari

>> Hypertensi

Saat aktivitas, emosi, marah

Nyeri kepala hebat

Mual/muntah pd awal serangan

Kesadaran cepat menurun/coma

- 65 % < ½ jam - 23 % ( ½ s/d 2 jam ) - 12 % > 2 jam

Sub Arachnoid :

Nyeri kpl hebat / akut

Kesadaran tgg & bervariasi

Ada tanda / Gx ransang meningeal

Diagnosa

Gejala klinis

Pemeriksaan fisik

Ct-Scan

MRI (magnetik resonansi)

PENATALAKSANAAN stroke ischemic

Obati faktor penyebabnya

Membatasi / memulihkan ischemia acut yg sedang berlangsung (<> 220 / 120 mmHg

PENATALAKSANAAN stroke haemorhagic



Kendalikan segera hypertensi

Turunkan tekanan intra cranial :

Manitol 20 %

Gliserol 50 %

Furosemid